Sinole merupakan makanan tradisional Papua yang dibuat dari tepung sagu dan parutan kelapa. Tekstur sinole dapat menjadi keras setelah mengalami pendinginan sehingga diperlukan modifikasi formulasi untuk memperbaiki karakteristik produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formulasi tepung sagu dan tepung labu kuning terhadap karakteristik sinole berdasarkan uji organoleptik dan karakteristik kimia. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan enam perlakuan berdasarkan perbandingan tepung sagu dan tepung labu kuning, yaitu R0 (100:0), R1 (90:10), R2 (80:20), R3 (70:30), R4 (60:40), dan R5 (50:50), dengan empat kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi karakteristik organoleptik secara hedonik dan deskriptif terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur, serta karakteristik kimia yang meliputi kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, dan kadar karbohidrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan R5 menghasilkan tingkat kesukaan tertinggi terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur. Perlakuan R5 memiliki kadar air sebesar 30,93%, kadar abu 2,35%, kadar lemak 10,54%, kadar protein 2,52%, dan kadar karbohidrat 53,67%. Formulasi dengan perbandingan 50% tepung sagu dan 50% tepung labu kuning merupakan perlakuan yang paling disukai berdasarkan karakteristik organoleptik dan menghasilkan karakteristik kimia sesuai hasil analisis penelitian.
Copyrights © 2026