Penelitian ini menganalisis dan membandingkan profitabilitas PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) dan PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) menggunakan Return on Equity (ROE) dan kerangka DuPont selama periode 2022–2024. Penelitian menerapkan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan auditan yang dipublikasikan Bursa Efek Indonesia dan masing-masing perusahaan. ROE dihitung dengan membagi laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan total ekuitas. Analisis DuPont menguraikan ROE menjadi margin laba bersih, perputaran total aset, dan pengganda ekuitas untuk mengidentifikasi faktor utama pembentuk profitabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CMRY memperoleh ROE rata-rata 21,20%, meningkat dari 20,19% pada 2022 menjadi 22,50% pada 2024. ULTJ mencatat ROE rata-rata 16,42% dengan pola berfluktuasi dan menurun menjadi 15,23% pada 2024. Dekomposisi tahun 2024 menunjukkan bahwa keunggulan ROE CMRY terutama ditopang margin laba bersih sebesar 16,84%, sedangkan ULTJ sebesar 12,74%. Perbedaan perputaran aset dan leverage kedua perusahaan relatif terbatas. Temuan ini menunjukkan bahwa CMRY lebih efektif mengelola modal pemegang saham, terutama melalui kemampuan menghasilkan laba dari penjualan, bukan karena penggunaan leverage yang lebih agresif. Penelitian memberikan bukti komparatif bagi manajemen dan investor dalam mengevaluasi profitabilitas, efisiensi operasional, dan pemanfaatan modal pada industri produk olahan susu di Indonesia.
Copyrights © 2026