Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh demonstrasi terbimbing berbasis Learning Worksheet terhadap peningkatan keterampilan penggunaan dua alat ukur presisi, yaitu jangka sorong dan mikrometer sekrup, pada siswa kelas X Teknik Pemesinan (TPM) di SMKN 6 Malang. Metode yang digunakan adalah quasi-experiment dengan desain pretest-posttest control group, melibatkan 66 siswa yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (X TPM 1, n=33) dan kelompok kontrol (X TPM 2, n=33). Instrumen berupa rubrik unjuk kerja dengan reliabilitas inter-rater r=0,87. Data dianalisis menggunakan skor N-Gain ternormalisasi dan Welch's independent t-test (α=0,05). Hasil menunjukkan kedua alat ukur mengalami peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol (jangka sorong: N-Gain 0,58 vs. 0,30, p<0,001, Cohen's d=5,46; mikrometer sekrup: N-Gain 0,56 vs. 0,29, p<0,001, Cohen's d=6,90; keduanya efek sangat besar). Temuan paling menonjol terjadi pada mikrometer sekrup: tidak ada satu pun siswa eksperimen (0%) yang mencapai KKM pada pre-test, namun seluruhnya (100%) tuntas setelah perlakuan, dibandingkan kelompok kontrol yang hanya mencapai 57,6% ketuntasan. Disimpulkan bahwa demonstrasi terbimbing berbasis Learning Worksheet secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan penggunaan kedua alat ukur presisi dibandingkan metode konvensional, dengan dampak yang secara khusus besar pada kompetensi yang paling lemah pada kondisi awal.
Copyrights © 2026