Ekosistem lamun di Pantai Ai Lemak, Kabupaten Sumbawa memiliki fungsi ekologis yang sangat penting bagi biota laut, namun terus menghadapi ancaman degradasi akibat tingginya tekanan dari berbagai aktivitas antropogenik. Mengingat penelitian terdahulu masih sangat terbatas pada identifikasi awal dan kerapatan, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih komprehensif mengenai pola sebaran jenis serta evaluasi kondisi tutupan ekosistem lamun sebagai landasan pengelolaan pesisir yang berkelanjutan. Penelitian ini dilaksanakan di perairan Pantai Ai Lemak dengan pengambilan data menggunakan metode transek garis tegak lurus dan transek kuadrat (ukuran 50 × 50 cm²) pada tiga stasiun pengamatan yang mewakili gradien habitat pesisir pada zona intertidal dekat mangrove (Stasiun 1), zona habitat lamun di Stasiun 2 dan berdekatan dengan zona habitat karang di stasiun 3. Hasil penelitian mengidentifikasi keberadaan tiga spesies lamun kunci di kawasan Indo-Pasifik, yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, dan Cymodocea rotundata. Data menunjukkan adanya gradien peningkatan tutupan dari wilayah dekat pantai ke arah laut. Stasiun 1 sama sekali tidak memiliki tutupan lamun (0%) akibat karakteristik substrat yang kurang sesuai dan besarnya gangguan fisik. Stasiun 2 didominasi oleh spesies pionir C. rotundata dengan persentase sangat rendah (2,25%). Sebaliknya, tutupan tertinggi ditemukan di Stasiun 3 yang didominasi oleh E. acoroides (9,58%) dan T. hemprichii (8,33%) karena substratnya jauh lebih stabil. Sebagai simpulan, kondisi ekosistem padang lamun di Pantai Ai Lemak saat ini diklasifikasikan dalam kategori miskin (total tutupan <10%), sehingga sangat membutuhkan langkah-langkah rehabilitasi dan pengelolaan mitigasi untuk memulihkan fungsi ekologis kawasan pesisir.
Copyrights © 2026