Rendahnya kreativitas siswa dalam pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) menjadi salah satu tantangan yang menghambat pengembangan kemampuan berpikir kreatif di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model pembelajaran Explicit Instruction terhadap kreativitas siswa kelas V MIN 1 Bandar Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment melalui desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas 64 siswa yang terbagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan menggunakan lembar penilaian proyek berdasarkan indikator kreativitas, yaitu fluency, flexibility, originality, dan elaboration, kemudian dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk, Levene, dan Independent Samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kreativitas siswa pada kelas eksperimen (85,42) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (77,90), dengan perbedaan yang signifikan (t = 6,25; p < 0,001) Temuan ini menunjukkan bahwa model Explicit Instruction berpengaruh positif terhadap peningkatan kreativitas siswa dalam pembelajaran SBdP. Implikasinya, model ini dapat dijadikan alternatif pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan kreativitas siswa melalui pembelajaran yang sistematis, terarah, dan memberikan kesempatan bagi siswa mengeksplorasi ide secara mandiri.
Copyrights © 2026