Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
Vol 7 No 1 (2026): Juni 2026

Perselisihan Paulus dan Barnabas: Tanda Gereja yang Hidup dan Berpikir

Ira Suwitomo Putri (Sekolah Tinggi Teologi Torsina)
Asih Rachmani Endang Sumiwi (SINTA ID: 6687032,Sekolah Tinggi Teologi Torsina)



Article Info

Publish Date
16 Aug 2026

Abstract

Paul and Barnabas were central figures in the spread of the gospel in the early church, but their partnership was marred by a sharp dispute over John Mark's participation in the second missionary journey. This article aims to revisit the conflict from a progressive perspective, arguing that it is not a failure of ministry, but a reflection of a church that is alive and has the ability to think critically for the sake of common progress. This study uses a historical-descriptive analysis method with an exegetical approach to trace the roots of the conflict and the reasons behind the decisions of the two figures. The analysis shows that the tensions that occurred were rooted in differences in strategic considerations: Paul emphasized full commitment and mission effectiveness, while Barnabas emphasized the value of grace, forgiveness, and a second chance for individual recovery. The separation that occurred eventually became a "win-win solution" that actually accelerated the expansion of the reach of the gospel ministry to a wider area. This article concludes that strife is a natural part of human life and the church; For the Church today, disputes do not need to be avoided, but can be an instrument to mature character and expand the capacity of ministry, provided it is managed with spiritual maturity and openness in opinion.   Paulus dan Barnabas merupakan tokoh sentral dalam penyebaran Injil pada masa jemaat mula-mula, namun kemitraan mereka diwarnai oleh perselisihan tajam mengenai keikutsertaan Yohanes Markus dalam perjalanan misi kedua. Artikel ini bertujuan untuk meninjau kembali perselisihan tersebut dari sudut pandang progresif, dengan mengajukan argumen bahwa konflik tersebut bukan merupakan kegagalan pelayanan, melainkan cerminan dari gereja yang hidup dan memiliki kemampuan berpikir kritis demi kemajuan bersama. Penelitian ini menggunakan metode analisis historis-deskriptif dengan pendekatan eksegetis untuk menelusuri akar konflik serta alasan di balik keputusan kedua tokoh tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketegangan yang terjadi berakar pada perbedaan pertimbangan strategis: Paulus menitikberatkan pada komitmen penuh dan efektivitas misi, sementara Barnabas mengedepankan nilai anugerah, pengampunan, dan kesempatan kedua bagi pemulihan individu. Perpisahan yang terjadi akhirnya menjadi "win-win solution" yang justru mempercepat perluasan jangkauan pelayanan Injil ke wilayah yang lebih luas. Artikel ini menyimpulkan bahwa perselisihan merupakan bagian alami dari kehidupan manusia dan gereja; bagi gereja masa kini, perselisihan tidak perlu dihindari, melainkan dapat menjadi instrumen untuk mematangkan karakter dan memperluas kapasitas pelayanan, asalkan dikelola dengan kedewasaan rohani dan keterbukaan dalam berpendapat.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jan

Publisher

Subject

Religion Education

Description

Angelion adalah jurnal ilmiah teologi dengan warna Injili, merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan pendidikan Kristen, yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup. Focus dan Scope penelitian Angelion adalah: Teologi Biblikal Teologi Sistematika Isu-isu Teologi Pendidikan ...