Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan mental dan strategi koping adaptif pada siswa SMA Negeri 14 Maluku Tengah. Kegiatan dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa terkait kesehatan mental, batasan antara perundungan dan bercanda, serta keterbatasan layanan bimbingan dan konseling di sekolah yang belum memiliki guru BK tetap. Metode yang digunakan adalah psikoedukasi partisipatif dengan desain pre-test dan post-test. Subjek kegiatan terdiri dari 40 siswa kelas XI dan XII yang dipilih secara random. Intervensi dilakukan melalui pemberian materi literasi kesehatan mental, edukasi mengenai perundungan, serta pelatihan strategi koping adaptif seperti teknik STOP, grounding, dan problem solving. Data diperoleh menggunakan Skala Literasi Kesehatan Mental dan Skala Strategi Koping Adaptif, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan uji Paired Sample t-Test dengan bantuan SPSS. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada literasi kesehatan mental dan strategi koping adaptif siswa setelah intervensi. Skor rata-rata literasi kesehatan mental meningkat dari 28.45 menjadi 38.20, sedangkan skor strategi koping adaptif meningkat dari 27.10 menjadi 36.75. Hasil uji beda menunjukkan nilai signifikansi p < 0.001 pada kedua variabel. Kegiatan ini menunjukkan bahwa intervensi psikoedukasi berbasis sekolah efektif dalam meningkatkan pemahaman kesehatan mental dan keterampilan koping adaptif pada remaja.
Copyrights © 2026