Latar Belakang: Gangguan penglihatan akibat katarak merupakan salah satu masalah kesehatan yang menjadi perhatian global, termasuk di Indonesia. Berbagai faktor diketahui berkontribusi terhadap kejadian katarak, di antaranya riwayat diabetes melitus dan riwayat merokok. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara riwayat diabetes melitus dan riwayat merokok dengan kejadian katarak pada pasien di RSUD Mokopido Tolitoli. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien katarak yang menjalani pelayanan di RSUD Mokopido Tolitoli selama periode Januari–Maret 2025 sebanyak 334 orang. Sampel penelitian berjumlah 77 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui analisis univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square guna mengetahui hubungan antarvariabel dengan tingkat signifikansi sebesar α = 0,05. Hasil: Analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat diabetes melitus dengan kejadian katarak (p = 0,007; p < 0,05), sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Selain itu, riwayat merokok juga berhubungan secara signifikan dengan kejadian katarak (p = 0,001; p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa riwayat diabetes melitus dan riwayat merokok merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian katarak pada pasien di RSUD Mokopido Tolitoli. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat diabetes melitus dan riwayat merokok dengan kejadian katarak di RSUD Mokopido Tolitoli. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar dalam upaya pencegahan melalui pengendalian diabetes melitus, penghentian kebiasaan merokok, serta deteksi dini gangguan penglihatan..
Copyrights © 2026