Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Bendahara Barang Pembantu dalam penatausahaan Barang Milik Daerah (BMD) pada UPPD Samsat Banjarmasin serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas Kepala Subbagian Tata Usaha, Bendahara Barang Pembantu, Pengadministrasi Umum, Operator Layanan Operasional, dan Administrasi Surat-Menyurat. Analisis data menggunakan model interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan tiga indikator efektivitas kerja Sedarmayanti (2017), yaitu efektivitas kerja, kepatuhan terhadap prosedur, dan kontribusi terhadap kinerja organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bendahara Barang Pembantu telah menjalankan perannya dengan baik, ditunjukkan melalui penatausahaan BMD yang tertib, pencatatan inventaris yang akurat, kesesuaian fasilitas dengan kebutuhan kerja, penerapan sistem pelabelan atau pengodean barang, kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP), serta komunikasi dan koordinasi antarunit yang berjalan efektif. Kendala yang masih ditemukan meliputi belum optimalnya integrasi sistem informasi aset dengan kondisi fisik barang, proses verifikasi yang masih manual, serta belum menyeluruhnya digitalisasi dokumen pendukung. Secara keseluruhan, efektivitas kerja Bendahara Barang Pembantu memberikan kontribusi positif terhadap tertib administrasi, akuntabilitas, dan pengelolaan Barang Milik Daerah yang lebih optimal di UPPD Samsat Banjarmasin.
Copyrights © 2026