Integrasi teknologi digital dan budaya lokal dalam pembelajaran menjadi salah satu alternatif untuk menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual dan inovatif. Namun, guru masih menghadapi keterbatasan dalam mengintegrasikan budaya lokal dengan teknologi Augmented Reality (AR) serta mengembangkan produk pembelajaran digital secara mandiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi peserta melalui pelatihan dan pendampingan Model ULOS berbasis Augmented Reality untuk mendukung inovasi pembelajaran berbasis budaya lokal. Kegiatan dilaksanakan pada kelompok mitra di SMA Swasta Surya Pematangsiantar dan diikuti oleh 21 peserta melalui tahapan analisis kebutuhan, pelatihan, pendampingan pengembangan produk, implementasi, serta monitoring dan evaluasi. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui instrumen pemahaman peserta terhadap materi dan keterampilan yang diberikan selama pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 20 dari 21 peserta (95,24%) telah memahami materi dan keterampilan yang diberikan, sedangkan 1 peserta (4,76%) masih memerlukan pendampingan lanjutan. Produk yang dikembangkan meliputi AR Marker Board Edukasi ULOS, Modul ULOS–AR, Paket Konten AR Edukasi ULOS, LKPD ULOS–AR, miniatur Ulos, perangkat pendukung AR, dan panduan teknis. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan Model ULOS berbasis AR dapat meningkatkan pemahaman peserta sekaligus memperkuat pemanfaatan budaya lokal dalam pembelajaran digital.
Copyrights © 2026