Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Penerapan Literasi Numerasi Untuk Meningkatkan Kompetensi Guru SD Negeri 091518 PNP Tonduhan Fine Eirene Siahaan; D. Yuliana Sinaga; Berkat Kasih Situmorang; Leoni New Mercy Siahaan
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jckgkr20

Abstract

Literasi numerasi merupakan salah satu kompetensi dasar yang menjadi prioritas kebijakan pendidikan nasional melalui Kurikulum Merdeka dan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), namun implementasinya di lapangan masih menghadapi kendala, terutama pada satuan pendidikan dengan akses pengembangan profesional guru yang terbatas. SD Negeri 091518 PNP Tonduhan, sebuah sekolah dasar di kawasan perkebunan PT Perkebunan Nusantara, menghadapi persoalan tersebut karena guru masih memaknai numerasi secara sempit sebagai kemampuan berhitung dan belum terbiasa merancang pembelajaran kontekstual maupun asesmen berbasis AKM. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kompetensi guru dalam menerapkan literasi numerasi melalui pendekatan sosialisasi, workshop, dan simulasi yang dilaksanakan pada 11–12 November 2024 dan diikuti oleh sepuluh guru. Metode pelaksanaan mencakup tahap persiapan, koordinasi dengan sekolah, observasi awal, pemaparan konsep, workshop penyusunan soal kontekstual, simulasi analisis soal berbasis AKM, serta refleksi bersama, dengan evaluasi keberhasilan didasarkan pada observasi proses, hasil diskusi kelompok, produk pembelajaran yang dihasilkan guru, serta refleksi dan umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman konseptual guru mengenai literasi numerasi, tumbuhnya kemampuan menyusun contoh soal berbasis konteks lokal perkebunan, serta kesadaran guru non-matematika bahwa numerasi merupakan tanggung jawab lintas mata pelajaran. Kendala utama berupa keterbatasan waktu efektif dan sarana teknologi diatasi melalui penyesuaian jadwal dan simulasi luring, sementara keberlanjutan program dirumuskan melalui rencana pendampingan berkala dan pembentukan komunitas belajar guru.
Pelatihan Model ULOS Berbasis Augmented Reality Sebagai Inovasi Pembelajaran Budaya Lokal : Pengabdian Apriani Sijabat; Ertina Sabarita Barus; Christian Neni Purba; Mawar Febrianti Irene Manurung; Berkat Kasih Situmorang
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7723

Abstract

Integrasi teknologi digital dan budaya lokal dalam pembelajaran menjadi salah satu alternatif untuk menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual dan inovatif. Namun, guru masih menghadapi keterbatasan dalam mengintegrasikan budaya lokal dengan teknologi Augmented Reality (AR) serta mengembangkan produk pembelajaran digital secara mandiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi peserta melalui pelatihan dan pendampingan Model ULOS berbasis Augmented Reality untuk mendukung inovasi pembelajaran berbasis budaya lokal. Kegiatan dilaksanakan pada kelompok mitra di SMA Swasta Surya Pematangsiantar dan diikuti oleh 21 peserta melalui tahapan analisis kebutuhan, pelatihan, pendampingan pengembangan produk, implementasi, serta monitoring dan evaluasi. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui instrumen pemahaman peserta terhadap materi dan keterampilan yang diberikan selama pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 20 dari 21 peserta (95,24%) telah memahami materi dan keterampilan yang diberikan, sedangkan 1 peserta (4,76%) masih memerlukan pendampingan lanjutan. Produk yang dikembangkan meliputi AR Marker Board Edukasi ULOS, Modul ULOS–AR, Paket Konten AR Edukasi ULOS, LKPD ULOS–AR, miniatur Ulos, perangkat pendukung AR, dan panduan teknis. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan Model ULOS berbasis AR dapat meningkatkan pemahaman peserta sekaligus memperkuat pemanfaatan budaya lokal dalam pembelajaran digital.