Perkembangan sistem electronic fuel injection meningkatkan kebutuhan diagnosis berbasis data pada bengkel sepeda motor skala kecil. Penelitian ini mengevaluasi penerapan sistem diagnostik sepeda motor berbasis Android yang dipadukan dengan pelatihan mekanik dan prosedur operasi standar pada 24 mekanik di 12 bengkel PPBMR, Malang Raya. Studi prospektif sebelum–sesudah selama enam bulan membandingkan 120 kasus diagnosis sebelum dan 120 kasus setelah intervensi. Waktu diagnosis rata-rata menurun dari 42 menjadi 27 menit per kasus, ketepatan diagnosis pertama meningkat dari 81,67% menjadi 92,50%, dan salah diagnosis/pemeriksaan ulang turun dari 18,33% menjadi 7,50%. Produktivitas meningkat 25%, pendapatan kotor harian 18%, kepuasan pelanggan dari 3,62 menjadi 4,38/5, dan adopsi aktif mencapai 91,67% bengkel. Temuan menunjukkan bahwa diagnostik mobile menciptakan nilai ketika dipadukan dengan kompetensi mekanik dan standardisasi kerja.
Copyrights © 2026