Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol sosial dengan perilaku cyberbullying pada remaja pengguna media sosial. Fenomena cyberbullying semakin meningkat seiring berkembangnya penggunaan media sosial di kalangan remaja, salah satunya ditandai dengan munculnya perilaku flaming, yaitu komentar atau unggahan yang bernada menghina, mengejek, atau menyerang individu lain secara daring. Salah satu faktor yang diduga berperan terhadap perilaku tersebut adalah kontrol sosial, yakni kemampuan individu mengendalikan perilaku berdasarkan nilai, norma, dan ikatan sosial yang dimilikinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional, melibatkan 150 remaja pengguna Instagram dan/atau TikTok di Kota Bekasi (68 laki-laki, 82 perempuan) yang diperoleh melalui teknik non-probability sampling jenis convenience sampling. Data dikumpulkan menggunakan Social Bond Scale untuk mengukur kontrol sosial dan Cyberbullying Offending Scale untuk mengukur perilaku cyberbullying. Hasil uji asumsi menunjukkan data berdistribusi normal dan hubungan antarvariabel bersifat linear. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kontrol sosial dengan perilaku cyberbullying (r = -0,253; p = 0,002), yang berarti semakin tinggi kontrol sosial yang dimiliki remaja, semakin rendah kecenderungan mereka melakukan cyberbullying. Temuan ini mendukung relevansi teori kontrol sosial Hirschi dalam menjelaskan perilaku menyimpang remaja di ranah digital dan diharapkan dapat menjadi acuan bagi upaya pencegahan cyberbullying melalui penguatan ikatan sosial remaja.
Copyrights © 2026