Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Vol. 2 No. 8 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Perancangan Infografis Edukasi Media Sosial Berbasis Design Thinking sebagai Media Pengenalan Dyslexia bagi Masyarakat Umum

Muhammad Dany Abdullah (Program Studi Desain Komunikasi Visual, Universitas Trilogi)
Abdul Haris Rustaman (Program Studi Desain Komunikasi Visual, Universitas Trilogi)
Damar Rangga Putra (Program Studi Desain Komunikasi Visual, Universitas Trilogi)



Article Info

Publish Date
17 Aug 2026

Abstract

Dyslexia is a specific learning disorder that affects reading, spelling, and text comprehension. Limited public understanding of dyslexia often leads to misconceptions and stigma toward individuals with dyslexia. In addition, educational content distributed through Instagram generally does not consider readability and accessibility, making it less suitable for users with dyslexia. This study aims to design a dyslexia-friendly Instagram educational infographic by applying the principles of readability, visual hierarchy, and inclusive design. A descriptive qualitative approach with the Design Thinking method was employed through the stages of Empathize, Define, Ideate, Prototype, and Test. Data were collected through literature review, observation of existing educational media, and interviews with two psychologists and one individual with dyslexia. The results indicate that the use of sans serif typography, carousel-based information structure, relevant illustrations, appropriate colour contrast, and sufficient white space improve reading comfort and information comprehension. Validation conducted by visual communication design experts, subject matter experts, and target users categorized the infographic as Excellent, indicating that it is suitable for use as an educational medium about dyslexia on Instagram. Keywords: dyslexia, infographic, Instagram, readability, Design Thinking. Abstrak Dyslexia merupakan gangguan belajar spesifik yang memengaruhi kemampuan membaca, mengeja, dan memahami informasi berbasis teks. Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai dyslexia masih menjadi permasalahan yang menyebabkan munculnya stigma terhadap penyandangnya. Di sisi lain, media edukasi digital yang beredar di Instagram umumnya belum memperhatikan aspek keterbacaan dan aksesibilitas sehingga kurang sesuai bagi penyandang dyslexia. Penelitian ini bertujuan merancang infografis edukasi Instagram yang ramah bagi penyandang dyslexia melalui penerapan prinsip readability, visual hierarchy, dan inclusive design. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode Design Thinking yang terdiri atas tahapan Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, observasi terhadap media edukasi yang telah ada, serta wawancara dengan dua psikolog dan satu penyandang dyslexia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tipografi sans serif, pembagian informasi dalam format carousel, pemanfaatan ilustrasi yang relevan, penggunaan warna dengan kontras yang memadai, dan penerapan white space mampu meningkatkan kenyamanan membaca dan mempermudah pemahaman informasi. Validasi oleh ahli Desain Komunikasi Visual, ahli materi, dan pengguna sasaran menunjukkan bahwa media memperoleh kategori Sangat Baik sehingga dinyatakan layak digunakan sebagai media edukasi digital mengenai dyslexia pada platform Instagram. Kata Kunci: dyslexia, infografis, Instagram, readability, Design Thinking.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

sinergi

Publisher

Subject

Aerospace Engineering Humanities Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Education Environmental Science Health Professions Immunology & microbiology Physics Social Sciences

Description

Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin merupakan platform publikasi ilmiah yang memfasilitasi riset inovatif dan diseminasi pengetahuan lintas disiplin ilmu. Jurnal ini menerbitkan artikel penelitian orisinal yang mencakup spektrum ilmu Pendidikan, Teknologi, Ekonomi, Kesehatan, Hukum, Agama, Sosial, ...