Penyakit hepar akibat konsumsi alkohol merupakan masalah kesehatan global dengan mortalitas tinggi. Sawo manila (Manilkara zapota) secara tradisional digunakan sebagai hepatoprotektor, namun bukti histopatologis efeknya terhadap kerusakan hepar akibat etanol masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ekstrak buah sawo manila terhadap gambaran histopatologi hepar tikus Wistar yang diinduksi etanol, mencakup parameter inflamasi, degenerasi, dan nekrosis. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan eksperimen laboratoris dengan desain post-test only control group pada 20 tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi kelompok sehat, kontrol negatif (etanol + Na-CMC), serta kelompok perlakuan ekstrak sawo manila dosis 300 dan 500 mg/kgBB selama 3 hari. Ekstrak dibuat dengan metode maserasi. Jaringan hepar dinilai menggunakan skoring Knodell–Klopfleisch termodifikasi pada preparat HE, dan data dianalisis dengan uji Shapiro–Wilk, Kruskal–Wallis, dan Mann–Whitney (α = 0,05). Hasil: Uji fitokimia menunjukkan ekstrak mengandung polifenol, tanin, dan flavonoid. Terdapat perbedaan bermakna derajat inflamasi, degenerasi, dan nekrosis antara kelompok sehat dan kontrol negatif (p0,05). Pemberian ekstrak dosis 500 mg/kgBB menurunkan derajat inflamasi secara signifikan dibandingkan kontrol negatif (p=0,008), namun tidak bermakna pada degenerasi dan nekrosis. Kelompok perlakuan dosis tinggi tidak berbeda signifikan dengan kelompok sehat pada semua parameter (p0,05). Kesimpulan: Ekstrak buah sawo manila dosis 500 mg/kgBB memiliki efek hepatoprotektif dengan menurunkan derajat inflamasi hepar tikus yang diinduksi etanol, menunjukkan potensi sebagai terapi adjuvan penyakit hepar terkait alkohol.
Copyrights © 2026