Pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis cenderung mengalami kecemasan akibat proses pengobatan yang panjang, ketergantungan pada mesin dialisis, serta ketidakpastian prognosis penyakit. Kecemasan yang tidak ditangani dapat memperburuk kondisi fisik maupun psikologis pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diberikan untuk mengurangi kecemasan adalah Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), yang memadukan teknik tapping, afirmasi positif, dan pendekatan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi SEFT dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien hemodialisis di Ruang Hemodialisis RSUD Prof. H. M. Yamin, SH. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan rancangan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 27 responden pasien hemodialisis yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Intervensi SEFT dilakukan sebanyak 3 kali sesi, dengan durasi ±15 menit per sesi, 2 kali seminggu selama 2 minggu. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test. Rata-rata tingkat kecemasan sebelum diberikan SEFT adalah 20,89 (SD = 3,250), dengan mayoritas responden berada pada kategori kecemasan sedang (66,7%). Setelah diberikan SEFT, rata-rata tingkat kecemasan menurun menjadi 12,56 (SD = 3,994), dengan mayoritas responden berada pada kategori kecemasan ringan (88,9%). Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) dengan perbedaan rata-rata (mean difference) 8,33 poin, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi Terapi SEFT terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien hemodialisis. SEFT dapat dijadikan salah satu terapi komplementer yang sederhana, murah, dan aman untuk membantu meningkatkan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis.
Copyrights © 2026