p-Index From 2021 - 2026
1.006
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Rika Armalini
Universitas Negeri Padang

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Hubungan Kepemimpinan dan Gaji Dengan Kepuasan Kerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap Rsud Pariaman Hilma Yessi; Rika Armalini; Mike Asmaria; Kheniva Diah Anggita; Hasmita Hasmita
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41508

Abstract

Nurses' dissatisfaction with hospital policies and administration can lead to serious consequences for the hospital, as nearly 80% of care is provided by nurses. The aim of this study is to analyze the factors related to job satisfaction among nurses in the inpatient wards of RSUD Pariaman. This is a descriptive correlational study with a cross-sectional design, using a questionnaire for data collection. Data analysis was conducted using univariate, bivariate, and multivariate analysis. There was no relationship between nurses' characteristics and promotion opportunities with job satisfaction. However, leadership, the nature of the job, salary, and feedback were found to have a relationship with job satisfaction. The most dominant factor influencing job satisfaction is feedback. Recommendations for the hospital management to enhance job satisfaction include paying more attention to feedback: responding to suggestions made by nurses, monitoring job development, providing positive encouragement, and evaluating nurses' performance.
Dampak Keluarga Perokok Aktif dan Status Gizi Balita dengan Kejadian Ispa Pada Balita Hasmita Hasmita; Hilma Yessi; Mike Asmaria; Kheniva Diah Anggita; Sandra Dewi; Prima Yose; Rika Armalini
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43917

Abstract

Dampak rokok tidak hanya mengancam siperokok tetapi juga orang sekitarnya atau perokok pasif, termasuk balita yang tinggal bersama siperokok. Salah satu masalah yang seringkali timbul pada balita akibat paparan asap rokok adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak anggota keluarga perokok aktif dan status gizi balita dengan kejadian ISPA pada balita. Jenis penelitian ini Analitik dengan metode penelitian Cross sectional . Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Sungai Geringging pada 27 April- 4 Mei 2020. Jumlah sampel 30 balita diambil secara Accidental sampling. Pengumpulan data diambil dengan cara mengambil data sekunder dengan membagikan kuesioner dan wawancara. Pengolahan data univariat dan bivariate dilakukan manual dengan analisa data uji statistic chi- square X2 hitung < X2 tabel. Hasil analisi univariat ditemukan dari 30 responden terdapat 56,6 % memiliki anggota keluarga perokok aktif, 66,6 % balita berstatus gizi baik dan 63,3 % balita tidak mengalami ISPA. Hasil analisis bivariat ditemukan nilai X2 Hitung (X2 Hitung > 3,841) artinya ada hubungan yang bermakna antara anggota keluarga perokok aktif (X2 Hitung= 13,25) dan status gizi balita (X2 Hitung=4,1) dengan kejadian ISPA. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ternyata ada dampak anggota keluarga perokok aktif dan status gizi balita dengan kejadian ISPA pada balita. Diharapkan tenaga kesehatan agar melakukan pembenahan perilaku orangtua terhadap ISPA, menyarankan orang tua untuk tidak merokok di dalam rumah dan mengedukasi para orang tua untuk mencukupi kebutuhan gizi balitanya. Balita yang mempunyai keluarga perokok 12 kali lebih tinggi beresiko ISPA.
Pengaruh Rendam Kaki dengan Air Hangat Terhadap Penurunan Oedema pada Ibu Hamil Rini Amelia; Suci Padma Risanti; Anisa Defani; Wiwie Putri Adila; Rika Armalini
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48039

Abstract

Edema atau pembengkakan pada kaki merupakan salah satu ketidaknyamanan fisiologis yang umum dialami oleh ibu hamil, terutama pada trimester II dan III. Edema terjadi akibat peningkatan volume darah, tekanan dari rahim yang membesar terhadap pembuluh darah vena di ekstremitas bawah, serta perubahan hormon selama kehamilan. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas dan kenyamanan ibu hamil serta dapat menjadi indikator adanya komplikasi seperti preeklampsia. Salah satu intervensi non-farmakologis yang aman dan sederhana untuk mengurangi edema adalah terapi rendam kaki dengan air hangat. Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi rendam kaki dengan air hangat terhadap penurunan tingkat edema pada ibu hamil di Puskesmas Padang Panjang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest dengan pendekatan kuantitatif eksperimental. Sampel sebanyak 12 ibu hamil yang mengalami edema dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran skala pitting edema sebelum dan sesudah intervensi. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skala edema sebelum intervensi adalah 1,67 dan setelah intervensi menurun menjadi 1. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,005 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan terapi rendam kaki air hangat terhadap penurunan edema pada ibu hamil. Terapi rendam kaki dengan air hangat efektif dalam menurunkan tingkat edema pada ibu hamil. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai upaya mandiri non-farmakologis yang aman, mudah, dan murah untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat edema selama kehamilan.
Pengaruh Pemberian Kompres Bawang Merah Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Balita Demam Rati Purwati; Rika Armalini; Puja Maya Sari; Tri Wahyuni
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48497

Abstract

Toddlers or children 1-4 years old are very susceptible to diseases and this disease often causes symptoms such as fever. Fever if not treated properly can cause higher temperatures and negatively impact children such as dehydration, lack of oxygen, neurological damage, and seizures. Fever in toddlers can be treated in several ways, one of which is through non-pharmacology such as onions. The goal is to find out whether or not there is an effect of shallot compresses on children with fever in Jorong Padang Candi. Research method: this study uses a pre-experiment approach with one group pretest-posttest Design. The sample in this study amounted to 10 toddlers. Data analysis was conducted using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that the average body temperature before the shallot compress treatment was 5 people (50%) and after the treatment experienced a change in body temperature of 37.4°C as many as 5 people (50%). Wilcoxon's results were found that the p value = 0.004 was smaller than the value (p < 0.05), meaning that there was an effect of shallot compresses with a decrease in body temperature in fever children. It was concluded that onion compresses can significantly lower body temperature in toddlers who have a fever. It is hoped that parents will be able to provide shallot compress intervention to lower the body temperature of toddlers well before being given further treatment.
Pemberdayaan Suami Ibu Hamil Melalui Aplikasi Anti Stunting Untuk Pencegahan Dini Stunting di Kabupaten Solok Erpita Yanti Yanti; Yessi Aprihatin; Rika Armalini
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49493

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih tinggi di Kabupaten Solok, khususnya di Nagari Talang Babungo. Kurangnya dukungan suami terhadap kesehatan ibu hamil menjadi salah satu faktor penyebab. Kegiatan ini bertujuan memberdayakan suami ibu hamil melalui edukasi dan pelatihan penggunaan Aplikasi Anti Stunting sebagai media informasi dan perubahan perilaku. Metode pelaksanaan meliputi diskusi kelompok terfokus, pre dan post test, serta workshop penggunaan aplikasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan suami ibu hamil terkait pencegahan stunting. Kegiatan ini direkomendasikan untuk direplikasi di wilayah lain dalam rangka percepatan penurunan angka stunting.
Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Pengeluaran Kolostrum Ibu Nifas Ratih Septiana Arpen; Elwitri Silvia; Dina Ayuning Tyas; Dewi Asmawati; Rika Armalini; Metta Julita
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53055

Abstract

Colostrum is the first essential fluid for newborns because it contains antibodies, immunoglobulins, and essential nutrients that function to enhance the infant’s immune system. However, in some postpartum mothers, the release of colostrum is often delayed due to insufficient stimulation of the hormone oxytocin, which plays a key role in the let-down reflex. Oxytocin massage is one of the non-pharmacological methods that can increase oxytocin stimulation and thereby accelerate colostrum release. This study aimed to determine the effect of oxytocin massage on colostrum release among postpartum mothers. This research employed a quasi-experimental design with a pretest–posttest with control group approach. The sample consisted of postpartum mothers who met the inclusion criteria, selected using purposive sampling. The measurement of colostrum release was conducted by observing the time of the first colostrum appearance after the intervention. Data were analyzed using statistical tests such as the t-test or Mann–Whitney, depending on the data distribution. The results showed a significant difference in the time of colostrum release between the group that received oxytocin massage and the control group, with a p-value < 0.05. Postpartum mothers who received oxytocin massage experienced earlier colostrum release compared to those who did not receive the intervention. In conclusion, oxytocin massage has a significant effect on accelerating colostrum release among postpartum mothers. It is recommended that healthcare providers implement oxytocin massage as a complementary intervention to enhance the success of early breastfeeding initiation (EBI) and support adequate breast milk production during the postpartum period.