Masuknya budaya asing ke Indonesia dewasa ini semakin mengancam keberadaan budaya dan tradisi asli Indonesia. Hal ini juga terjadi pada makanan tradisional dimana masyarakat semakin menggemari makanan-makanan asing dan melupakan keberadaan makanan tradisional asli Indonesia. Lepet yang merupakan makanan asli Indonesia khususnya Jawa sudah mulai banyak dilupakan oleh masyarakat. Namun begitu, di kabupaten Jombang terdapat sentra UMKM lepet tepatnya di desa Ngumpul. Di daerah tersebut, lepet bukan hanya sekadar tradisi dan budaya lokal namun juga sebagai penopang ekonomi masyarakat setempat. Adanya sentra UMKM lepet tersebut selain untuk melestarikan makanan tradisional juga sebagai pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat. Kajian ini akan dianalisis menggunakan teori dynamic governance yang terdiri dari dua elemen kunci yakni culture dan capabilities. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder dengan model pengumpulan data menggunakan wawancara dengan para pihak yang berhubungan dengan penelitian, observasi yang dilakukan secara partisipatif dan nonpartisipatif serta dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah model Miles and Huberman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dynamic governance telah diimplementasikan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat di sentra UMKM lepet kabupaten Jombang.
Copyrights © 2026