Mastitis subklinis menjadi salah satu kendala utama dalam mempertahankan kualitas susu di peternakan sapi perah rakyat. Penggunaan antiseptik kimia sebagai larutan teat dipping masih menghadapi kendala biaya, sedangkan penelitian herbal umumnya menggunakan metode ekstraksi yang kurang aplikatif bagi peternak. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas metode preparasi dekok dan jus daun kemangi (Ocimum basilicum L.) sebagai teat dipping herbal terhadap mastitis subklinis, kualitas mikrobiologis susu, dan efisiensi biaya produksi. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan, yaitu antiseptik kimia (P0), dekok daun kemangi 10% (P1), dan jus daun kemangi 10% (P2). Parameter yang diamati meliputi skor California Mastitis Test (CMT), Total Plate Count (TPC), produksi susu, dan biaya produksi larutan teat dipping. Data dianalisis menggunakan Welch ANOVA dan uji lanjut Games-Howell pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan teat dipping mampu mempertahankan kondisi ambing tetap negatif dan memperbaiki skor CMT pada sampel yang sebelumnya menunjukkan reaksi positif. Perlakuan dekok daun kemangi 10% menghasilkan nilai TPC terendah sebesar 7,26 log CFU/mL dan berbeda nyata dibandingkan dengan antiseptik kimia (P<0,05), sedangkan perlakuan jus daun kemangi 10% tidak menunjukkan perbedaan nyata. Perlakuan teat dipping tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi susu (P>0,05). Dari aspek ekonomi, biaya produksi jus dan dekok daun kemangi masing-masing sebesar Rp 11.020/L dan Rp 12.000/L, lebih rendah dibandingkan antiseptik kimia sebesar Rp 117.667/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode preparasi dekok daun kemangi berpotensi digunakan sebagai alternatif teat dipping herbal yang lebih ekonomis dan aplikatif pada peternakan sapi perah rakyat.
Copyrights © 2026