Budaya Tulude merupakan warisan budaya masyarakat Kepulauan Sangihe yang mengandung nilai spiritual dan sosial sehingga memerlukan pembacaan melalui teologi kontekstual agar gereja mampu menghindari sikap menerima ataupun menolak budaya secara ekstrem. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi nilai-nilai Tulude berdasarkan model sintetik-antropologis Stephen B. Bevans serta menjelaskan implikasinya bagi pelayanan gereja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui analisis terhadap 24 sumber primer berupa artikel terindeks SINTA dan Scopus, buku teologi kontekstual, serta dokumen gereja yang diterbitkan pada periode 2021–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai syukur, solidaritas, persaudaraan, gotong royong, perdamaian, rekonsiliasi, dan kepedulian lingkungan relevan untuk memperkuat koinonia, diakonia, dan marturia. Sementara itu, penghormatan kepada leluhur dipahami sebagai penghargaan historis-kultural, bukan pemujaan. Rekonstruksi ini menawarkan kerangka teologis yang dapat diterapkan pada kajian budaya lokal lainnya, meskipun masih memerlukan validasi melalui penelitian lapangan.
Copyrights © 2026