Transformasi lingkungan kerja pascapandemi telah mendorong organisasi untuk mengadopsi sistem kerja yang lebih fleksibel melalui penerapan hybrid working, yaitu kombinasi antara bekerja secara langsung di kantor dan bekerja secara jarak jauh berbasis teknologi digital. Meskipun hybrid working semakin banyak diterapkan oleh berbagai organisasi, efektivitasnya dalam meningkatkan produktivitas karyawan masih menjadi perdebatan karena dipengaruhi oleh kesiapan organisasi, dukungan teknologi, serta kemampuan karyawan dalam beradaptasi terhadap perubahan pola kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hybrid working terhadap produktivitas karyawan pada perusahaan swasta di Kota Medan, Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Data penelitian dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan perusahaan swasta yang telah memiliki pengalaman menerapkan sistem hybrid working. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria karyawan aktif yang memiliki pengalaman bekerja dalam sistem hybrid. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan pengujian hipotesis melalui analisis regresi linear untuk mengetahui pengaruh hybrid working terhadap produktivitas karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hybrid working berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas karyawan. Temuan ini menunjukkan bahwa fleksibilitas lokasi kerja, fleksibilitas waktu, dukungan teknologi digital, dan efektivitas komunikasi dalam sistem hybrid working mampu meningkatkan kemampuan karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan secara lebih efektif dan efisien. Penelitian ini memperkuat perspektif Job Demands-Resources Model yang menjelaskan bahwa fleksibilitas dan otonomi kerja dapat berperan sebagai sumber daya organisasi yang meningkatkan motivasi dan kinerja individu. Penelitian ini memberikan implikasi bagi perusahaan swasta dalam merancang kebijakan kerja fleksibel yang tidak hanya berorientasi pada lokasi kerja, tetapi juga memperhatikan aspek teknologi, budaya organisasi, dan pengelolaan kinerja berbasis hasil.
Copyrights © 2026