Kemampuan indra peraba anak usia dini perlu distimulasi melalui pengalaman belajar langsung agar anak mampu mengenali tekstur, bentuk, dan sifat benda di lingkungan sekitarnya. Namun, hasil pengamatan awal di Kober Nurussa’adah Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon menunjukkan bahwa kemampuan indra peraba anak usia 3–4 tahun masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan indra peraba anak melalui kegiatan sensori Mystery Box. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak usia 3–4 tahun, terdiri atas 9 anak laki-laki dan 6 anak perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, catatan lapangan, dan diskusi reflektif dengan guru kelas, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan indra peraba anak dari rata-rata 1,50 atau 37,15% pada pra-tindakan dengan kategori Belum Berkembang, menjadi 1,96 atau 49,08% pada siklus I dengan kategori Mulai Berkembang, dan mencapai 2,68 atau 66,92% pada siklus II dengan kategori Berkembang Sesuai Harapan. Kegiatan sensori Mystery Box meningkatkan keberanian, fokus, kemampuan membedakan tekstur, mengenali benda melalui rabaan, serta kemampuan anak mengungkapkan hasil rabaan secara sederhana.
Copyrights © 2026