Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi beban kerja dengan work-life balance pada ibu bekerja di Kota Medan. Meningkatnya partisipasi perempuan dalam dunia kerja menyebabkan ibu bekerja menghadapi tuntutan peran ganda sebagai pekerja dan pengelola keluarga. Persepsi terhadap beban kerja yang tinggi berpotensi memengaruhi kemampuan ibu dalam menjaga keseimbangan antara kehidupan pekerjaan dan kehidupan pribadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 184 ibu bekerja yang memiliki anak dan berdomisili di Kota Medan, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Persepsi Beban Kerja yang disusun berdasarkan teori Gawron (2008) dan skala Work-Life Balance berdasarkan teori Hudson (2005). Instrumen penelitian telah memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,893 untuk skala persepsi beban kerja dan 0,916 untuk skala work-life balance. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment setelah memenuhi uji asumsi normalitas dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara persepsi beban kerja dengan work-life balance pada ibu bekerja. Semakin tinggi persepsi beban kerja yang dirasakan, maka semakin rendah tingkat work-life balance yang dimiliki. Sebaliknya, semakin rendah persepsi beban kerja, maka semakin tinggi work-life balance. Temuan ini menunjukkan bahwa persepsi beban kerja merupakan salah satu faktor yang berperan dalam menentukan kemampuan ibu bekerja untuk menyeimbangkan tuntutan pekerjaan dengan kehidupan keluarga dan pribadi.
Copyrights © 2026