Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen komunikasi antara Kepala Operasional dan bagian Komersial di PT Angkasa Pura dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan program kerja organisasi. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk memahami fenomena komunikasi organisasi secara mendalam melalui pengamatan terhadap interaksi, koordinasi, dan pertukaran informasi yang terjadi antarbagian dalam perusahaan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in-depth interview), observasi non-partisipan, dan studi dokumentasi dengan informan yang dipilih secara purposive sampling, meliputi Kepala Operasional, manajer bagian Komersial, dan staf yang terlibat langsung dalam koordinasi antardivisi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana (2014), mencakup pengumpulan data, kondensasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data yang dijamin melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Temuan menunjukkan bahwa komunikasi antardivisi di PT Angkasa Pura terutama terjadi ketika unit operasional membutuhkan informasi terkait kontrak untuk proyek yang akan datang, menggunakan WhatsApp untuk komunikasi internal serta Zoom atau Google Meeting untuk pihak eksternal. Pola komunikasi cenderung informal untuk mendorong keterbukaan dan mengurangi hambatan hierarki. Meskipun koordinasi umumnya efektif, hambatan seperti ketidaklengkapan penerimaan informasi akibat ketidakhadiran peserta dan gangguan internet teridentifikasi. Untuk memitigasi miskomunikasi, organisasi menerapkan mekanisme pengecekan ulang melalui distribusi notulen rapat dan evaluasi mingguan rutin
Copyrights © 2026