Latar Belakang: Penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, stroke, jantung, dan diabetes masih menjadi tantangan utama di Indonesia dengan prevalensi yang semakin meningkat. Penyebab PTM diantaranya adalah status gizi lebih atau obesitas dan aktivitas fisik yang rendah. Diduga terdapat hubungan antara aktivitas fisik dan status gizi. Status gizi yang lebih akan berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia yang menurun. Tujuan: Mengetahui hubungan antara status gizi dan aktivitas fisik pada pegawai Universitas Kusuma Husada (UKH) Surakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik cross sectional. Teknik pengambilan sampel secara consecutive sampling. Data primer dikumpulkan dengan pengukuran langsung dan data sekunder dikumpulkan melalui pengisian formulir online. Pengolahan dan analisis data menggunakan Microsoft Excel 2013 dan SPSS 16.0 for windows. Hasil: Sebanyak 97 responden mengisi kuesioner online melalui Google Form serta datang ke Klinik Terpadu UKH Surakarta untuk pengukuran antropometri dan wawancara aktivitas fisik. Sebagian besar responden adalah dosen (54,46%), jenis kelamin perempuan (67,01%), usia dewasa awal (68,04%) dengan pendidikan tertinggi S2 (54,64%). Rata-rata responden memiliki massa otot rendah (55,67%) dengan persen lemak normal disusul tinggi, yaitu 44,33% dan 37,11%. Sebagian besar responden memiliki status gizi normal disusul dengan status gizi gemuk berat, yaitu 44,33% dan 29,90%. Aktivitas fisik sebagian besar responden termasuk sedang (54,64%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan aktivitas fisik (p=0,072). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan status gizi dan aktivitas fisik pada pegawai Universitas Kusuma Husada Surakarta. Diperlukan intervensi berupa pengaturan pola makan dan peningkatan aktivitas fisik untuk menurunkan proporsi kegemukan.
Copyrights © 2026