Kajian ini membahas integrasi dan interkoneksi ilmu keislaman dalam perspektif filsafat ilmu sebagai respon terhadap fragmentasi pengetahuan yang masih kuat dalam dunia pendidikan dan pengembangan keilmuan Islam. Pola dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum telah melahirkan ketegangan epistemologis yang berdampak pada rendahnya daya respons keilmuan terhadap persoalan sosial, moral, dan kemanusiaan. Melalui pendekatan filsafat ilmu, penelitian ini menelaah konsep integrasi-interkoneksi sebagai kerangka yang mempertemukan wahyu, akal, dan realitas dalam satu kesatuan struktur pengetahuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi ilmu berfungsi sebagai jembatan dialogis antara tradisi keislaman dan sains modern, sekaligus memperkuat dimensi etik, spiritual, dan sosial dalam praksis keilmuan. Implementasi integrasi-interkoneksi dalam pendidikan tinggi Islam mendorong lahirnya riset interdisipliner yang lebih adaptif terhadap tantangan global. Integrasi ilmu juga berperan dalam membentuk karakter ilmuwan yang tidak terjebak pada netralitas nilai, tetapi memiliki tanggung jawab moral dan sosial. Kajian ini menegaskan bahwa integrasi dan interkoneksi ilmu keislaman merupakan landasan strategis dalam membangun keilmuan Islam yang utuh, dinamis, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Copyrights © 2025