Ikhwan Al Hafiz
Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tren Penelitian tentang Pendidikan Sufism: Analisis Bibliometrik Publikasi Tahun 2020–2025 Ikhwan Al Hafiz; Mastin Kustati; Bashori Bashori
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol 1 No 2 (2025): November: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan: Scripta Humanika
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/an8sv554

Abstract

This study maps global research trends, thematic structures, and the developmental trajectory of studies on Sufism education through a bibliometric analysis of  ScienceDirect -indexed publications from 2020 to 2025. Using a quantitative bibliometric approach and VOSviewer software, the analysis covers four key components: annual publication trends, keyword network structures, temporal dynamics, and research density. The findings reveal a significant shift in Sufism scholarship from classical doctrinal and historical discussions toward interdisciplinary approaches encompassing spiritual education, psychology, cultural studies, and digital religion. Four major thematic clusters emerge: spirituality and education, historical manuscripts and authority, ethics and technology, and Sufi literature. Overlay and density visualizations highlight the rise of new research directions, including ethical technology, Sufi-based psychological well-being, digital dhikr practices, and the integration of Sufism into contemporary arts and literature. The study also identifies underexplored topics such as Sufi eschatology, contemporary Sufi literature, and the intersection of Sufism with global New Age spirituality, indicating promising areas for future research.
Dialog Filsafat Islam Dan Filsafat Barat Ikhwan Al Hafiz; Duski Samad; Firdaus ST Mamad
Studia : Journal of Humanities and Education Studies Vol. 1 No. 2 (2025): November: Studia: Journal of Humanities and Education Studies
Publisher : CV Edukastra Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini membahas dialog antara filsafat Islam dan filsafat Barat sebagai upaya memahami corak perkembangan pemikiran manusia dalam menjawab persoalan ontologis, epistemologis, dan aksiologis di era modern. Filsafat Islam berkembang dengan landasan tauhid yang mengintegrasikan akal, wahyu, dan pengalaman sebagai sumber pengetahuan yang saling melengkapi. Filsafat Barat tumbuh melalui tradisi rasionalisme, empirisme, serta kritisisme yang menekankan kebebasan berpikir dan pengujian rasional terhadap realitas. Pertemuan dua tradisi pemikiran ini menunjukkan adanya perbedaan pendekatan dalam memahami hakikat keberadaan, sumber kebenaran, serta tujuan moral manusia. Dialog filsafat Islam dan filsafat Barat tidak hanya berhenti pada wilayah teoretis, tetapi juga memiliki implikasi nyata dalam pengembangan pendidikan, sains, dan teknologi. Sintesis antara rasionalitas ilmiah dan nilai spiritual membuka ruang bagi lahirnya paradigma keilmuan yang lebih seimbang dan berorientasi pada kemaslahatan manusia. Kajian ini menegaskan bahwa dialog merupakan sarana penting untuk membangun pemahaman lintas tradisi, memperkaya khazanah keilmuan, serta menghadirkan alternatif pemikiran yang mampu merespons tantangan modernitas tanpa kehilangan dimensi etika dan spiritualitas.
Integrasi Dan Interkoneksi Ilmu Keislaman: Sebuah Kajian Dalam Perspektif Filsafat Ilmu Ikhwan Al Hafiz; Efendi; Muhammad Zalnur
Studia : Journal of Humanities and Education Studies Vol. 1 No. 1 (2025): August: Studia: Journal of Humanities and Education Studies
Publisher : CV Edukastra Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini membahas integrasi dan interkoneksi ilmu keislaman dalam perspektif filsafat ilmu sebagai respon terhadap fragmentasi pengetahuan yang masih kuat dalam dunia pendidikan dan pengembangan keilmuan Islam. Pola dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum telah melahirkan ketegangan epistemologis yang berdampak pada rendahnya daya respons keilmuan terhadap persoalan sosial, moral, dan kemanusiaan. Melalui pendekatan filsafat ilmu, penelitian ini menelaah konsep integrasi-interkoneksi sebagai kerangka yang mempertemukan wahyu, akal, dan realitas dalam satu kesatuan struktur pengetahuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi ilmu berfungsi sebagai jembatan dialogis antara tradisi keislaman dan sains modern, sekaligus memperkuat dimensi etik, spiritual, dan sosial dalam praksis keilmuan. Implementasi integrasi-interkoneksi dalam pendidikan tinggi Islam mendorong lahirnya riset interdisipliner yang lebih adaptif terhadap tantangan global. Integrasi ilmu juga berperan dalam membentuk karakter ilmuwan yang tidak terjebak pada netralitas nilai, tetapi memiliki tanggung jawab moral dan sosial. Kajian ini menegaskan bahwa integrasi dan interkoneksi ilmu keislaman merupakan landasan strategis dalam membangun keilmuan Islam yang utuh, dinamis, dan relevan dengan perkembangan zaman.