Evaluasi pembelajaran bahasa Indonesia di Indonesia menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan tuntutan standarisasi nasional dengan keberagaman konteks budaya lokal serta kebutuhan beragam para pemangku kepentingan pendidikan. Pendekatan evaluasi konvensional yang bersifat top-down dan standardized kerap kurang mampu menangkap kompleksitas pembelajaran bahasa yang berlangsung dalam konteks sosial budaya spesifik dan kurang responsif terhadap kebutuhan autentik guru, siswa, orang tua, serta komunitas lokal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kerangka konseptual implementasi model evaluasi responsif Robert E. Stake dalam asesmen pembelajaran bahasa Indonesia yang mengintegrasikan konteks budaya lokal dan melibatkan partisipasi aktif stakeholder pendidikan. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka sistematis terhadap 68 sumber literatur yang relevan, dipublikasikan dalam rentang tahun 2019–2024, dan dianalisis menggunakan sintesis naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa model evaluasi responsif Stake memiliki relevansi tinggi dengan konteks Indonesia yang ditandai oleh keberagaman etnolinguistik, disparitas kualitas pendidikan antarwilayah, serta kebutuhan menjaga keseimbangan antara identitas lokal dan kompetensi nasional. Prinsip-prinsip utama evaluasi responsif, meliputi keterlibatan stakeholder, desain evaluasi yang fleksibel dan emergen, penggunaan berbagai perspektif, pendekatan naturalistik, serta pelaporan yang bermakna, memberikan fondasi teoretis bagi evaluasi pembelajaran bahasa Indonesia yang lebih kontekstual dan partisipatif. Integrasi budaya lokal dapat dilakukan melalui pemanfaatan teks dan praktik komunikasi berbasis kearifan lokal, pengakuan variasi dialek sebagai sumber daya linguistik, serta pelibatan komunitas sebagai mitra evaluasi. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kerangka implementasi evaluasi responsif berbasis kolaborasi dan refleksi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia.
Copyrights © 2025