Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengklasifikasikan ayat-ayat Al-Qur'an tentang makanan halal secara tematik, menganalisis fungsi hadis Nabi SAW dalam melengkapi ketentuan Al-Qur'an, serta merumuskan konsep halalan thayyiban sebagai kerangka normatif yang relevan bagi konteks pangan Muslim Indonesia kontemporer. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif dan analisis tematik (maudhu'i), bersumber dari ayat-ayat Al-Qur'an, hadis-hadis dalam kitab standar, serta jurnal ilmiah terbitan 2021–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an memuat tidak kurang dari 20 ayat tentang makanan halal yang terbagi dalam empat kelompok tematik, sementara hadis berfungsi sebagai bayan tafsir, bayan taqrir, bayan tasyri', dan bayan takhsis yang memperluas dan memperinci cakupan hukum makanan halal; frasa halalan thayyiban yang muncul dalam empat ayat secara konsisten menegaskan bahwa halal dan thayyib merupakan satu kesatuan normatif yang tidak dapat dipisahkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa regulasi sertifikasi halal di Indonesia belum mengintegrasikan dimensi thayyib secara optimal dan memerlukan reformasi yang mengacu lebih utuh pada standar halalan thayyiban dalam Al-Qur'an.
Copyrights © 2026