Era globalisasi membawa pengaruh besar dari budaya populer Korea (K-Pop) terhadap gaya hidup Generasi Z (Gen Z) di Indonesia, yang kemudian memicu munculnya risiko kultural dan stigma sosial di masyarakat terkait lunturnya rasa nasionalisme. Penelitian ini bertujuan untuk memahami strategi adaptasi Gen Z dalam merespons dominasi budaya K-Pop melalui tren gaya berpakaian "berkain" guna mempertahankan identitas budaya lokal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara dan dokumentasi terhadap kelompok Gen Z, baik penggemar K-Pop maupun non-penggemar, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gen Z tidak sekadar menjadi konsumen budaya global yang pasif dan kehilangan identitas kulturalnya. Praktik memadukan kain tradisional, seperti batik, dengan gaya busana kasual modern ala idola K-Pop sebagai strategi adaptasi dan resolusi kultural. Inovasi ini membuktikan bahwa generasi muda mampu merespons stigma masyarakat dengan cara mengintegrasikan unsur global dan lokal secara dinamis, sehingga kegemaran terhadap budaya pop luar dapat berjalan beriringan dengan pelestarian warisan budaya Indonesia.
Copyrights © 2026