Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh social comparison terhadap body dissatisfaction pada remaja akhir pengguna TikTok yang mengalami self-objectification. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan regresi linear sederhana. Populasi penelitian adalah remaja akhir berusia 18–22 tahun di Kecamatan Tambun Selatan yang aktif menggunakan TikTok dan terpapar fenomena self-objectification. Sampel berjumlah 134 responden yang dipilih melalui teknik convenience sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala Body Dissatisfaction yang diadaptasi dari Cooper et al. (1987) dengan reliabilitas 0,936, dan skala Social Comparison berdasarkan INCOM (Gibbons & Buunk, 1999) dengan reliabilitas 0,742. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan JASP 0.19.3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa social comparison berpengaruh positif dan signifikan terhadap body dissatisfaction (F = 77,527; p < 0,001), dengan nilai R Square sebesar 0,370. Artinya, social comparison menjelaskan 37,0% variasi body dissatisfaction pada responden. Kategorisasi variabel menunjukkan bahwa 89,55% responden memiliki tingkat social comparison tinggi dan 82,09% mengalami body dissatisfaction tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa paparan konten visual di TikTok yang memperkuat self-objectification secara nyata mendorong proses perbandingan sosial yang pada akhirnya meningkatkan ketidakpuasan tubuh pada remaja akhir.
Copyrights © 2026