Jumlah penemuan kasus TB di Sumatera Selatan terus meningkat, dengan total 23.256 kasus pada 2023. Puskesmas Kampus Kota Palembang salah satu fasilitas kesehatan utama, menghadapi tantangan serupa dengan prevalensi tinggi penderita TB di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi komponen input dalam pemantauan pengobatan TB, yaitu sumber daya manusia (SDM), pendanaan, sarana/prasarana, dan metode yang berperan krusial dalam kelancaran pemantauan TB. Penelitian kualitatif dilakukan pada bulan September 2024 dengan menggunakan wawancara mendalam observasi terhadap dokter, petugas koordinator TB, petugas laboratorium serta kader yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan meskipun pemantauan pengobatan TB di Puskesmas Kampus didukung oleh SDM terlatih dan pendanaan yang memadai, tantangan muncul akibat keterbatasan jumlah petugas dan ketergantungan pada komunikasi WhatsApp yang kurang efektif. Selain itu, sistem kartu kuning masih terbatas karena pasien kurang memperhatikan kartu kontrol. Pasokan obat anak-anak juga tergantung pada permintaan Dinas Kesehatan. Pengelolaan sumber daya dan sistem komunikasi perlu ditingkatkan untuk meningkatkan efektivitas pemantauan pengobatan TB. Penelitian ini menyimpulkan faktor-faktor yang mendukung kelancaran pemantauan TB di Puskesmas Kampus dipengaruhi oleh sumber daya manusia (SDM), dana, metode, serta sarana dan prasarana. Pengelolaan sumber daya yang lebih optimal seperti mendelegasikan tugas non-TB ke tenaga lain, mengembangkan aplikasi pengingat pengobatan, dan melibatkan kader untuk kunjungan rutin pasien yang rawan absen pengobatan TB.
Copyrights © 2024