Remaja putri di lingkungan pesantren cenderung menghadapi keterbatasan akses informasi kesehatan reproduksi, sementara norma sosial dan budaya yang berlaku masih membentuk anggapan bahwa pembahasan menstruasi merupakan topik yang sensitif. Kondisi ini berpotensi memengaruhi sikap santriwati terhadap kesehatan reproduksinya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi dan workshop menstrual kit terhadap perubahan sikap kesehatan reproduksi santriwati MTs RU Sakatiga. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimen one group pretest–posttest dengan jumlah sampel 72 santriwati yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner sikap kesehatan reproduksi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor sikap dari 27,17 menjadi 28,01 setelah intervensi dengan nilai p = 0,015 (p < 0,05), yang berarti terdapat efektivitas pendidikan kesehatan reproduksi dan workshop menstrual kit terhadap sikap santriwati. Kegiatan praktik langsung membantu santriwati memahami kebersihan menstruasi dengan cara yang sesuai nilai Islam dan kontekstual, sehingga efektif mengurangi rasa tabu dan meningkatkan sikap positif terhadap kesehatan reproduksi. Intervensi disarankan dilaksanakan secara rutin di pesantren untuk memperkuat pemahaman dan sikap personal hygiene remaja putri.
Copyrights © 2025