Pendidikan sains yang efektif di tingkat dasar memerlukan pendekatan inovatif yang tidak hanya memperkenalkan konsep-konsep ilmiah secara konvensional, tetapi juga merangsang kreativitas siswa dan memperluas pemahaman mereka tentang alam semesta. Salah satu pendekatan yang menarik adalah penggunaan media kue Tasu (sistem tata surya) dalam pembelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) di sekolah dasar. Dalam penelitian ini, kami mengeksplorasi bagaimana penggunaan media kue Tasu dapat meningkatkan kreativitas siswa dan mengintegrasikan konsep filsafat dalam pembelajaran IPAS. Konstruktivisme menjadi kerangka teoritis yang mendukung pendekatan ini, menggarisbawahi pentingnya keterlibatan aktif siswa dalam membangun pemahaman mereka sendiri melalui interaksi dengan materi. Integrasi konsep filsafat juga menjadi fokus dalam penelitian ini. Dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan filsafat tentang asal-usul alam semesta, tujuan keberadaan manusia, dan hubungan antara manusia dan alam, siswa dapat mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep-konsep IPAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media kue Tasu dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar dapat memperkaya pengalaman belajar siswa, meningkatkan keterlibatan mereka dalam pembelajaran, merangsang kreativitas, dan memperluas pemahaman mereka tentang konsep-konsep ilmiah. Implikasi praktis dan teoretis dari pendekatan ini diperdebatkan, menyoroti pentingnya pendekatan pembelajaran inovatif yang memadukan konsep konstruktivisme dan integrasi filsafat dalam konteks pendidikan dasar.
Copyrights © 2024