Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya keterlibatan media pembelajaran inovatif. Bentuk pembelajaran yang efektif dan inovatif di abad 21 terkemas dalam teknologi digital. Ketika teknologi digital memasuki ranah pendidikan, maka peran guru sebagai faktor penunjang keberhasilan harus maksimal. Guru memiliki reputasi sebagai agen perubahan yang memberikan pendidikan moral dan agama. Namun realitanya pendidikan agama islam di SD belum sepenuhnya maksimal, sebagian dari peserta didik memiliki tingkat pengetahuan, keterampilan dan sikap yang kurang mencerminkan akhlak baik sesuai pengajaran islam karena kurang memahami dan memaknai materi pembelajaran. Dampak yang terjadi yaitu peserta didik mudah lupa akan bahan ajar yang sudah diterima dan sulit menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Terutama pada materi pembelajaran agama islam mengenai infak dan sedekah. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui seberapa berpengaruhnya pengembangan aplikasi PERANQO (Penerapan Infaq dan Shodaqoh) berbasis SAC dalam pembelajaran. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 5A SDN Panyingkiran II. Hasil penelitian menunjukan aplikasi PERANQO efektif digunakan.
Copyrights © 2024