Penelitian ini dimotivasi oleh meningkatnya permintaan akan kompetensi komunikasi bisnis multibahasa di era globalisasi, khususnya kemahiran berbahasa Mandarin dalam konteks profesional lintas budaya. Pengajaran bahasa Mandarin di pendidikan tinggi sebagian besar masih berfokus pada aspek linguistik struktural dan belum mengintegrasikan strategi komunikasi kontekstual dan pengembangan kewirausahaan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) yang terintegrasi dengan praktik alih kode terhadap keterampilan komunikasi bisnis berbahasa Mandarin dan pengembangan kewirausahaan sosial mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi-eksperimental kuantitatif dengan desain kelompok kontrol pretest-posttest. Sampel terdiri dari 39 mahasiswa yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui tes komunikasi bisnis berbasis kinerja dan rubrik penilaian proyek, dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok dengan ukuran efek yang sangat besar, serta korelasi positif yang kuat antara keterampilan komunikasi bisnis dan kewirausahaan sosial. Dapat disimpulkan bahwa model PjBL yang terintegrasi dengan peralihan kode secara efektif meningkatkan kompetensi komunikasi bisnis bahasa Mandarin sekaligus mengembangkan kapasitas kewirausahaan sosial siswa. Temuan ini memperkuat integrasi pedagogi bahasa berbasis konteks dan pendidikan kewirausahaan sosial dalam pembelajaran bahasa asing.
Copyrights © 2026