Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecemasan matematika pada siswa kelas V sekolah dasar dalam menyelesaikan soal pecahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi untuk memahami pengalaman subjektif siswa. Partisipan terdiri dari lima siswa yang teridentifikasi mengalami kecemasan matematika. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi, serta dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan matematika muncul dalam bentuk reaksi fisik, emosional, dan perilaku, seperti gugup, jantung berdebar, dan kecenderungan menghindari tugas. Faktor penyebab kecemasan matematika terdiri dari faktor internal, seperti rendahnya minat dan kepercayaan diri, serta faktor eksternal, seperti lingkungan keluarga dan metode pembelajaran. Kecemasan berdampak pada penurunan kemampuan kognitif siswa. Oleh karena itu, diperlukan peran guru dan orang tua dalam menciptakan lingkungan belajar yang suportif dan pembelajaran yang variatif.
Copyrights © 2026