Krisis karakter pada murid Sekolah Dasar menjadi salah satu persoalan mendesak dalam dunia pendidikan Indonesia masa kini. Fenomena perundungan (bullying), rendahnya rasa hormat terhadap guru, serta memudarnya nilai-nilai gotong royong dan kejujuran di kalangan murid mencerminkan kerapuhan fondasi pendidikan karakter yang seharusnya dibangun sejak usia dini. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji relevansi pemikiran Ki Hadjar Dewantara sebagai landasan filosofis dalam mengatasi krisis karakter tersebut, dengan penekanan khusus pada konsep kodrat alam dan kodrat zaman. Melalui metode kajian pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis, artikel ini menelaah konsep-konsep utama pemikiran Ki Hadjar Dewantara, yakni kodrat alam dan kodrat zaman, Sistem Among, Tri Pusat Pendidikan, dan semboyan Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani, serta mengaitkannya dengan konteks pendidikan karakter di Sekolah Dasar pada era sekarang. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep kodrat alam menegaskan perlunya pendidikan menghormati keunikan potensi setiap murid, sementara kodrat zaman menuntut pendidikan beradaptasi dengan dinamika era digital tanpa kehilangan akar nilai. Pemikiran Ki Hadjar Dewantara terbukti relevan dan urgen sebagai solusi holistik atas krisis karakter yang terjadi. Rekomendasi praktis bagi guru, orang tua, dan pemangku kebijakan turut diuraikan sebagai langkah konkret implementasi.
Copyrights © 2026