Pendidikan karakter menjadi kebutuhan mendesak dalam dunia pendidikan Indonesia untuk mengatasi degradasi moral generasi muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses internalisasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran IPS di SD Negeri Sukanagara 01 Kabupaten Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru, siswa, dan kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman serta diuji melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai karakter telah berjalan melalui tiga tahapan: (1) Transformasi nilai (knowing), guru mengintegrasikan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama dalam perencanaan modul ajar; (2) Transaksi nilai (acting), yang terwujud melalui metode diskusi kelompok kontekstual dan keteladanan guru selama pembelajaran; serta (3) Transinternalisasi nilai (being), di mana siswa telah menunjukkan perubahan perilaku positif seperti peduli sosial dan tanggung jawab yang termanifestasi baik di lingkungan sekolah maupun rumah. Namun, nilai kejujuran masih menjadi tantangan dalam proses internalisasi. Selain itu, keterlibatan orang tua dalam penguatan karakter belum optimal. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pembelajaran IPS yang direncanakan secara sistematis dan didukung budaya sekolah mampu menjadi wahana efektif pembentukan karakter siswa, dengan penguatan pada aspek evaluasi dan kolaborasi antara sekolah dan keluarga.
Copyrights © 2026