Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya media pembelajaran yang menarik, bervariasi, serta mampu mengenalkan kearifan lokal kepada siswa sekolah dasar. Kurangnya variasi media pembelajaran menyebabkan siswa kurang tertarik, terutama pada kegiatan membaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran digital berbasis cerita kearifan lokal serta mengetahui tingkat kevalidan dan kepraktisannya pada siswa kelas IV SDN 2 Wajak Kidul Kabupaten Tulungagung. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Teknik pengumpulan data meliputi validasi ahli media, ahli materi, ahli bahasa, serta angket respon guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi ahli media sebesar 98%, ahli materi 92%, dan ahli bahasa 94% dengan kategori sangat valid. Hasil kepraktisan dari guru memperoleh rata-rata presentase sebesar 96% dengan kategori sangat praktis. Uji coba skala kecil memperoleh 93,2% dan skala besar 91,4%, keduanya termasuk kategori sangat praktis. Media pembelajaran digital berbasis cerita kearifan lokal dinyatakan sangat valid dan sangat praktis sehingga layak digunakan dalam pembelajaran.
Copyrights © 2026