Kecerdasan buatan/ AI (Artificial Intelligence) semakin luas digunakan dalam berbagai lini kehidupan masyarakat. Aneka ragam implementasi AI semakin mendapatkan popularitas mulai dari yang berbasis obrolan (chat) seperti Chat GPT hingga aplikasi (app) seperti Grammarly. Dalam dunia Pendidikan, aneka tools berbasis AI ini belum banyak yang ramah untuk pengguna anak-anak, padahal AI memiliki potensi yang besar untuk membantu pembelajaran seluruh kalangan. Hasil studi dua tahunan ini menemukan tools pembelajaran pelafalan (pronunciation) berbasis AI yang sudah ada belum banyak mengakomodir kebutuhan pengguna anak. Sebagai contoh, Google Pronunce masih terasa kaku dan sulit untuk dioperasikan anak-anak. Elsa-Speak juga demikian, kaku dan terkesan sangat serius. Media pembelajaran pronunciation yang operasinya relatif sedehana dan cukup menyenangkan dapat ditemukan dalam Duolingo. Namun demikian, tema kontennya masih umum dan luas. Maka penelitian pengembangan (mengikuti 10 tahapan penelitian Research and Development dari Borg dan Gall) tahun ketiga ini berfokus pada latar dan konten game yang mengangkat kearifan lokal Purwakarta sebagai tempat dimana penelitian ini dilaksanakan, UPI Kampus Daerah di Purwakarta. Melalui kegiatan di tahun ketiga ini desain prototype yang telah terbentuk sebelumnya mendapatkan perbaikan dan peningkatan.
Copyrights © 2026