Literasi digital merupakan kompetensi mendasar yang perlu ditanamkan sejak pendidikan dasar di tengah derasnya arus transformasi teknologi informasi dan komunikasi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis urgensi, strategi implementasi, serta tantangan dan solusi kebijakan literasi digital di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), yaitu menelaah dan menganalisis berbagai sumber literatur seperti jurnal ilmiah nasional dan internasional, hasil penelitian terdahulu, serta dokumen kebijakan yang relevan dengan topik literasi digital pada jenjang pendidikan dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi digital berperan sebagai fondasi kognitif dan kritis, akselerator kualitas pembelajaran, pilar pembentukan karakter kewargaan digital, sekaligus penguat literasi membaca dan numerasi. Implementasinya memerlukan strategi holistik yang mencakup integrasi kurikulum, penguatan berpikir kritis dan kewargaan digital, peningkatan kapasitas pendidik, serta kolaborasi multi-pemangku kepentingan antara sekolah, orang tua, dan pemerintah. Adapun tantangan utama meliputi kesenjangan infrastruktur, keterbatasan kompetensi pedagogis guru, risiko etika dan keamanan digital, serta kurikulum yang belum terintegrasi, yang masing-masing memerlukan solusi kebijakan yang bersifat sistemik dan berkelanjutan. Kajian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi perumusan kebijakan literasi digital yang lebih adaptif dan berorientasi pada penguatan karakter siswa sekolah dasar.
Copyrights © 2026