Penggunaan lebih dari satu bahasa dalam komunikasi sehari-hari menjadi fenomena yang umum terjadi di masyarakat multilingual, termasuk dalam interaksi jual beli. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk campur kode dan fungsi campur kode dalam tuturan penjual dan pembeli di Toko Mega Kosmetik Brebes. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, perekaman, dan wawancara. Sumber data berupa tuturan penjual dan pembeli yang mengandung campur kode selama proses transaksi berlangsung. Hasil penelitian menemukan 29 data campur kode yang terdiri atas 24 data berbentuk kata dan 5 data berbentuk frasa. Bentuk campur kode yang dominan adalah penyisipan kata dari bahasa Inggris dan bahasa Jawa. Fungsi campur kode yang ditemukan meliputi menyesuaikan bahasa dengan lawan tutur (7 data), mempermudah penyampaian informasi (12 data), dan memperjelas informasi mengenai produk (10 data). Fungsi yang paling dominan adalah mempermudah penyampaian informasi. Simpulannya, campur kode dalam interaksi jual beli di Toko Mega Kosmetik Brebes berfungsi sebagai strategi komunikasi untuk memperlancar transaksi dan menciptakan komunikasi yang efektif antara penjual dan pembeli.
Copyrights © 2026