Pembelajaran inquiry merupakan model pembelajaran yang menekankan keterlibatan aktif siswa dalam proses menemukan pengetahuan melalui kegiatan penyelidikan. Dalam pembelajaran ini, siswa didorong untuk mengajukan pertanyaan, mengumpulkan informasi, menganalisis data, serta menarik kesimpulan berdasarkan bukti yang diperoleh. Pembelajaran yang masih bersifat konvensional menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS khususnya materi interaksi sosial. Berdasarkan data awal di SD Negeri Oesapa Kecil 2, dari 20 siswa, sebanyak 9 siswa (40%) telah mencapai KKTP 70, sedangkan 14 siswa (60%) belum mencapai KKTP. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran inquiri terhadap hasil belajar siswwa pada materi interaksi sosial dalam mata pelajaran IPAS kelas V SD Negeri Oesapa Kecil 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis Pre-eksperimental dan desain One group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh dengan jumlah 20 responden. Instrumen penelitian berupa tes, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan uji hipotesis dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest sebesar 87,75 sedangkan nilai rata-rata pretest sebesar 49,00. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran inquiri lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak menggunakan model tersebut pada materi interaksi sosial.
Copyrights © 2026