Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya kedisiplinan belajar siswa kelas IV SDN Banyuresmi. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa guru telah menerapkan berbagai strategi untuk membentuk kedisiplinan siswa, seperti pemberian hukuman, dan yel-yel pembelajaran. Namun, strategi tersebut belum didukung oleh media pembelajaran yang secara khusus memuat indikator kedisiplinan dan digunakan sebagai penguatan positif selama proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan belajar siswa melalui penggunaan media kartu reward pada pembelajaran PPKn. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek 27 siswa kelas IV SDN Banyuresmi. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media kartu reward mampu meningkatkan kedisiplinan belajar siswa. Persentase siswa berkategori Baik meningkat dari 40,74% pada pra-siklus menjadi 77,78% pada siklus I dan mencapai 100% pada siklus II. Rata-rata skor kedisiplinan belajar meningkat dari 75,21 pada pra-siklus menjadi 82,00 pada siklus I dan 92,18 pada siklus II. Dengan demikian, media kartu reward dapat digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan kedisiplinan belajar siswa pada pembelajaran PPKn di sekolah dasar.
Copyrights © 2026