Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perkembangan pariwisata, tingkat kesiapan adaptasi masyarakat lokal, serta implikasi dari indikasi awal fenomena overtourism terhadap daya dukung lingkungan dan sosial di Desa Sembalun Lawang, Lombok Timur. Penelitian dirancang menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data di lapangan dilakukan melalui observasi, studi dokumentasi, dan wawancara semi-terstruktur terhadap enam informan kunci yang merepresentasikan struktur pemerintahan dan akar rumput masyarakat. Data dianalisis secara interaktif melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan mengindikasikan bahwa lintasan evolusi pariwisata di kawasan ini sedang bertransisi dari fase keterlibatan (involvement) menuju pengembangan intensif (development) dalam kerangka Tourism Area Life Cycle (TALC). Akselerasi pariwisata tersebut terbukti mulai menekan daya dukung fisik destinasi, yang bermanifestasi pada penumpukan residu ekologis, kepadatan spasial, dan tekanan fasilitas pada periode puncak. Tingkat kesiapan masyarakat lokal teridentifikasi masih terfragmentasi (uneven readiness) dan tertahan pada fase pra-perencanaan (preplanning). Tingginya partisipasi ekonomi warga belum ditopang oleh legitimasi institusional (seperti Pokdarwis) maupun literasi mitigasi lingkungan. Kesimpulannya, destinasi ini tengah menghadapi kerentanan pra-krisis overtourism akibat ketimpangan antara laju komersialisasi dan kapasitas manajerial. Kondisi ini mendesak adanya intervensi kebijakan tata kelola yang protektif melalui penguatan kelembagaan, regulasi zonasi ruang, dan manajemen kuota kunjungan yang terukur.
Copyrights © 2026