Penguatan moderasi beragama perlu dimulai sejak sekolah dasar dalam masyarakat yang majemuk. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi guru dalam menginternalisasikan nilai moderasi beragama melalui pembelajaran IPS, bentuk nilai yang tampak pada perilaku siswa kelas III-VI, serta faktor pendukung dan penghambatnya di SDN 3 Mareje, Lembar, Lombok Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, serta dokumen sekolah. Data dianalisis melalui kondensasi, penyajian, penarikan kesimpulan, dan verifikasi; keabsahan diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik, ketekunan pengamatan, serta member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru disesuaikan dengan perkembangan siswa: cerita konkret pada kelas III, diskusi kelompok heterogen pada kelas IV, contoh kehidupan lokal Muslim-Buddha pada kelas V, dan refleksi pada kelas VI. Strategi diperkuat melalui integrasi nilai dalam kegiatan pembelajaran, keteladanan, pembiasaan anti-ejekan, kerja sama, musyawarah, dan penilaian sikap. Nilai yang paling tampak ialah tasamuh, tawassuth, i'tidal, musyawarah, dan anti-kekerasan. Al-muwathanah, al-qudwah, al-ishlah, dan penghargaan terhadap kearifan lokal juga berkembang, tetapi memerlukan pembiasaan yang lebih konsisten. Proses internalisasi didukung konteks multikultural, kebijakan sekolah, komitmen guru, pengalaman sosial siswa, dan keluarga, tetapi dihambat keterbatasan media kontekstual, perbedaan perkembangan siswa, sensitivitas isu agama, narasi dari luar sekolah, dan belum sistematisnya perangkat ajar berbasis indikator moderasi.
Copyrights © 2026