ABSTRAK Penelitian ini mengkaji penggunaan media flash card dalam pembelajaran membaca permulaan siswa kelas I sekolah dasar. Sebagian siswa kelas I masih kesulitan mengenali huruf, membaca suku kata, dan membaca kalimat sederhana, padahal kemampuan membaca permulaan menjadi fondasi keberhasilan belajar pada jenjang berikutnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas satu guru kelas I dan 28 siswa di SDN 1 Sindangsari, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan media flash card secara bertahap, mulai dari pengenalan huruf, suku kata, kata, hingga kalimat sederhana. Siswa memberi respons positif. Mereka lebih fokus, lebih aktif, dan lebih berani membaca di depan kelas. Data statistik deskriptif memperkuat temuan ini. Kemampuan membaca suku kata mencapai kategori lancar pada 57,1% siswa, membaca kalimat sederhana 57,1%, penggunaan intonasi 53,6%, dan pemahaman bacaan 100%. Sebagian siswa masih tertukar antara huruf yang mirip, seperti b dan d, dan beberapa siswa masih membaca dengan cara mengeja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media flash card membantu pembelajaran membaca permulaan apabila disertai bimbingan guru yang konsisten. Media ini dapat menjadi pilihan praktis bagi guru yang ingin meningkatkan keterlibatan dan kemampuan membaca siswa kelas I.
Copyrights © 2026