cover
Contact Name
Heru Mustofa
Contact Email
jemtramas@gmail.com
Phone
+6289516793068
Journal Mail Official
jemtramas@gmail.com
Editorial Address
Alamat: Alamat : Jl. Raya Cisauk Lapan, Suradita, Kec. Cisauk Kabupaten Tangerang, Banten 15343
Location
Kab. tangerang,
Banten
INDONESIA
JEMTRAMAS Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 31249175     DOI : -
JEMTRAMAS (Journal of Community Service and Community Partnership) is a peer-reviewed scientific journal that publishes articles on the results of community service activities focusing on the application of science, technology, and arts to address societal challenges and support community empowerment. The journal accommodates multidisciplinary contributions involving collaboration between academics and community partners and is published Twice a year in (January and July) to disseminate impactful and sustainable community-based initiatives.
Articles 22 Documents
Cerdas Bermedia Sosial: Membangun Siswa Anti Perundungan Di Media Sosial Ahmad Bayhaqi; Alisa Ragil; Aulia Febriyanti; Hendrawan Hendrawan; Winda Indrianing Listyani
JEMTRAMAS: Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2026): JEMTRAMAS Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat
Publisher : PT LABIQA NASHA MULTIKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan media sosial telah mengubah cara remaja berinteraksi, berkomunikasi, dan membentuk identitas diri. Namun, penggunaan media sosial yang tidak bijak juga melahirkan fenomena perundungan (cyberbullying) yang berdampak serius terhadap kesehatan mental dan sosial siswa. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Pamulang di SMP Negeri 18 Depok bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran siswa agar mampu bermedia sosial secara cerdas, etis, dan berempati sehingga dapat mencegah dan menghentikan tindakan perundungan di dunia maya maupun nyata. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, edukasi etika digital, diskusi interaktif, serta simulasi kasus nyata tentang perundungan di media sosial. Siswa juga diberikan kesempatan untuk membuat kampanye digital bertema “Stop Bullying, Start Respect” sebagai bentuk komitmen bersama menciptakan lingkungan digital yang positif. Hasil kegiatan diharapkan dapat meningkatkan literasi digital, memperkuat nilai karakter anti-kekerasan, serta menciptakan budaya saling menghargai di kalangan siswa SMP Negeri 18 Depok
Penguatan Pendidikan Karakter dalam Membangun Generasi Muda yang Berintegritas dan Berdaya Saing di SMK IPTEK Serpong Sulastri Lastri; Eka Setiana; Supandri Supandri
JEMTRAMAS: Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2026): JEMTRAMAS Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat
Publisher : PT LABIQA NASHA MULTIKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter merupakan aspek fundamental dalam pembentukan kepribadian generasi muda yang berintegritas dan berdaya saing, terutama di tengah tantangan sosial dan perkembangan global yang semakin kompleks. Namun, masih ditemui rendahnya pemahaman dan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran peserta didik mengenai pentingnya pendidikan karakter sebagai fondasi pembentukan sikap, moral, dan daya saing generasi muda. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi dan penyuluhan yang dilaksanakan secara partisipatif melalui ceramah, diskusi interaktif, serta refleksi nilai. Sasaran kegiatan adalah peserta didik SMK IPTEK Serpong, Kota Tangerang Selatan, yang berjumlah 30 orang. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan observasi permasalahan, dilanjutkan dengan penyampaian materi dan diskusi, serta diakhiri dengan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta didik terhadap nilai-nilai karakter utama, seperti integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama. Selain itu, peserta didik menunjukkan partisipasi aktif serta munculnya sikap reflektif dan komitmen awal untuk menerapkan nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah dan memiliki potensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan melalui program pengabdian serupa. 
Sosialisasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Secara Mandiri Bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang Kecamatan Pamarayan Widyawati Widyawati; Reni Febriani; Lisdianto Dwi Kesumahadi
JEMTRAMAS: Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2026): JEMTRAMAS Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat
Publisher : PT LABIQA NASHA MULTIKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan sosialisasi “Pengelolaan Sampah dan Limbah Rumah Tangga Secara Mandiri” yang dilaksanakan di Desa Pudar, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, bertujuan untuk mengatasi permasalahan penumpukan sampah akibat keterbatasan infrastruktur pengelolaan sampah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyampaian materi mengenai pemilahan sampah, praktik pembuatan ecobrick dari limbah plastik, serta pengenalan konsep bank sampah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang efektif, peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam pengelolaan sampah secara mandiri, serta antusiasme yang tinggi untuk menerapkan metode ecobrick dan berpartisipasi dalam program bank sampah. Dukungan penuh dari pemerintah desa dan kecamatan, serta kerja sama yang baik dari berbagai pihak, menjadi faktor pendukung keberhasilan kegiatan ini dan diharapkan dapat memberikan solusi berkelanjutan terhadap permasalahan pengelolaan sampah di desa tersebut.
Meningkatkan Kesadaran Dan Partisipasi Siswa Dalam Kegiatan Gotong Royong Melalui Pembelajaran PPKn Tri Nita Rahmawati; Alis lisnawati; Nazwa shopatunisa
JEMTRAMAS: Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2026): JEMTRAMAS Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat
Publisher : PT LABIQA NASHA MULTIKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif siswa dalam kegiatan gotong royong melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Di tengah kehidupan modern yang cenderung individualistis, nilai gotong royong mengalami penurunan sehingga perlu ditanamkan kembali melalui pembelajaran yang interaktif dan kontekstual. Program ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model Project Based Learning yang mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila ketiga “Persatuan Indonesia”. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan tentang pentingnya gotong royong, diskusi reflektif, serta praktik langsung berupa kegiatan kebersihan lingkungan sekolah dan masyarakat. Siswa dilibatkan secara aktif dalam merancang dan melaksanakan kegiatan dengan bimbingan guru agar nilai gotong royong terinternalisasi melalui pengalaman nyata. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman, kesadaran, dan partisipasi siswa dalam kegiatan sosial. Siswa menunjukkan tumbuhnya sikap tanggung jawab, solidaritas, dan kepedulian antarindividu. Pembelajaran PPKn yang dikaitkan dengan praktik sosial terbukti efektif dalam membentuk karakter siswa sebagai warga negara yang peduli dan bertanggung jawab.
Membangun Digital Ethics Melalui Literasi Digital Bagi Generasi Z Di SMK Kebangsaan Tangerang Selatan Syahrul Muharom; Ikmah Wati; Irna Wati; Muhamad Ihsan G; Asep Mulyana
JEMTRAMAS: Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2026): JEMTRAMAS Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat
Publisher : PT LABIQA NASHA MULTIKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter merupakan aspek fundamental dalam sistem pendidikan nasional yang berperan penting dalam membentuk kepribadian peserta didik, khususnya dalam membangun etika berinteraksi di lingkungan sekolah. Pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), permasalahan etika berinteraksi antar siswa masih kerap ditemukan, seperti rendahnya sikap saling menghargai, kurangnya empati sosial, lemahnya tanggung jawab, serta pola komunikasi yang kurang santun. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan pendidikan karakter yang terintegrasi dan aplikatif. Mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai karakter dan etika sosial yang berlandaskan Pancasila, karena memadukan aspek pengetahuan kewarganegaraan, sikap moral, dan perilaku sosial peserta didik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan sikap siswa terhadap etika berinteraksi melalui pendidikan karakter berbasis PPKn. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan deskriptif-partisipatif yang menempatkan  siswa sebagai subjek utama pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, meliputi perencanaan dan koordinasi dengan pihak sekolah, analisis kebutuhan, penyusunan materi, pelaksanaan seminar interaktif, diskusi kelompok, workshop, serta simulasi peran (role play). Pendekatan ini dirancang untuk mendorong keterlibatan aktif siswa sekaligus memfasilitasi proses internalisasi nilai karakter secara reflektif dan kontekstual melalui pengalaman belajar langsung. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa siswa memberikan respons positif dan menunjukkan tingkat partisipasi yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Terdapat peningkatan pemahaman siswa mengenai konsep etika berinteraksi, berkembangnya sikap saling menghargai dan empati, serta kemampuan berkomunikasi secara lebih santun dan bertanggung jawab dalam lingkungan sekolah. Selain itu, kegiatan PKM ini turut berkontribusi dalam menciptakan iklim sosial sekolah yang lebih harmonis dan kondusif. Dengan demikian, kegiatan PKM ini dapat menjadi salah satu alternatif model implementasi pendidikan karakter berbasis PPKn yang efektif dalam membangun etika berinteraksi siswa di lingkungan SMK secara berkelanjutan. 
Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila untuk Membangun Karakter Siswa di SMK Islam Ruhama Labschool UHAMKA Fitra Maryani; Ilham Nurhidayatulloh; Elma Rahmawati; Tria Lestari
JEMTRAMAS: Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2026): JEMTRAMAS Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat
Publisher : PT LABIQA NASHA MULTIKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi utama dalam membangun karakter siswa di SMK Islam Ruhama Labschool UHAMKA. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada fenomena melemahnya pengamalan nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda akibat pengaruh globalisasi, perkembangan teknologi digital, serta perubahan pola interaksi sosial yang cenderung mengarah pada individualisme dan penurunan kepedulian sosial. Kondisi tersebut menuntut adanya intervensi edukatif yang sistematis dan berkelanjutan melalui penguatan pendidikan karakter berbasis nilainilai Pancasila. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan deskriptif-artisipatif dengan melibatkan siswa secara aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. Strategi yang diterapkan meliputi sosialisasi dan pemaparan materi nilai-nilai Pancasila, diskusi interaktif berbasis studi kasus, simulasi atau role play penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan sekolah, serta refleksi dan evaluasi bersama. Pendekatan ini dirancang untuk mendorong siswa tidak hanya memahami Pancasila secara kognitif, tetapi juga menghayati dan mengamalkannya dalam sikap dan perilaku seharihari. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap makna dan relevansi nilai-nilai Pancasila, serta tumbuhnya kesadaran untuk menerapkan nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial dalam lingkungan sekolah. Perubahan positif terlihat pada sikap toleransi, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian sosial siswa. ini berkontribusi dalam membentuk karakter siswa yang berlandaskan Pancasila serta mendukung kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter dan implementasi Profil Pelajar Pancasila. Dengan demikian, kegiatan PkM ini dapat menjadi model penguatan pendidikan karakter berbasis Pancasila yang relevan dan aplikatif di lingkungan sekolah menengah kejuruan.
Bersatu Dalam Perbedaan: Membangun Toleransi Dan Persaudaraan Untuk Generasi SMK Shafwa Rachmania Putri; Lugina Wati; Fransiskus Xaverius Laba; M.Abrar Rizartiano
JEMTRAMAS: Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2026): JEMTRAMAS Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat
Publisher : PT LABIQA NASHA MULTIKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara multikultural dengan tingkat keberagaman yang tinggi, baik dari aspek suku, agama, bahasa, maupun budaya. Kondisi ini menjadi kekuatan sekaligus tantangan, khususnya bagi generasi muda yang berada pada fase pencarian jati diri. Berbagai kajian menunjukkan bahwa remaja, termasuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), rentan terhadap sikap intoleransi yang dipengaruhi oleh rendahnya pemahaman multikultural, lemahnya empati sosial, serta paparan informasi negatif di media digital. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan kegiatan Pengabdiankepada Masyarakat (PKM) berjudul Bersatu dalam Perbedaan: Membangun Toleransi dan Persaudaraan untuk Generasi SMK yang dilaksanakan di SMK Link and Match.Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui seminar interaktif, workshop lintas budaya, diskusi kelompok terarah, simulasi peran (role play), serta kampanye toleransi sekolah. Pendekatan ini dirancang untuk mengintegrasikan aspek pengetahuan, sikap, dan pengalaman langsung siswa dalam memahami nilai toleransi danpersaudaraan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai makna toleransi, berkembangnya sikap empati dan saling menghargai, serta kemampuan menyelesaikan konflik secara damai. Selain itu, kegiatan ini berkontribusi dalam membangun interaksi sosial yang lebih positif dan memperkuat budaya sekolah yang inklusif. Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM ini efektif sebagai upayaedukatif dan preventif dalam pembentukan karakter siswa SMK. Program Bersatu dalam Perbedaan tidak hanya memberikan dampak jangka pendek berupa peningkatan pengetahuan dan sikap, tetapi juga berpotensi mendorong perubahan perilaku siswa dalam jangka panjang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan kebhinekaan.
PPKn Membangun Etika Berinteraksi Siswa Melalui Pendidikan Karakter Mardiana Mardiana; Indah Fuji Ningsih; Eka Nurjanah; Arip Rahman
JEMTRAMAS: Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2026): JEMTRAMAS Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat
Publisher : PT LABIQA NASHA MULTIKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam pembentukan kepribadian peserta didik, khususnya dalam membangun etika berinteraksi di lingkungan sekolah. Pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), permasalahan etika berinteraksi antar siswa masih sering ditemukan, seperti kurangnya sikap saling menghargai, empati, dan tanggung jawab sosial. Mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) memiliki peran strategisdalam menanamkan nilai-nilai karakter dan etika sosial yang berlandaskan Pancasila. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai etika berinteraksi melalui pendidikan karakter  berbasis PPKn. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif yang menempatkan siswa sebagai subjek utama pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, meliputi perencanaan dan koordinasi dengan pihak sekolah, penyusunan materi, pelaksanaan seminar interaktif, diskusi kelompok, workshop, serta simulasi peran (role play). Pendekatan ini dirancang untuk mendorong keterlibatan aktif siswa serta membantu internalisasi nilai-nilai karakter secara lebih mendalam. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memberikan respons positif dan menunjukkan partisipasi aktif selama proses pelaksanaan. Terdapat peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep etika berinteraksi, sikap saling menghargai, serta kemampuan berkomunikasi secara lebih santun dan bertanggung jawab. Selain itu, kegiatan ini turut berkontribusi dalam menciptakan iklim sosial sekolah yang lebih harmonis dan kondusif. Dengan demikian, kegiatan PKM ini dapat menjadi salah satu alternatif model implementasi pendidikan karakter melalui PPKn yang efektif dalam membangun etika berinteraksi siswa di lingkungan sekolah.
Implementasi Nilai-Nilai Persatuan Dan Kesatuan Indonesia di SMPN 26 Kota Tangerang Ahmad Ramdani; Neneng Halimah; Putri Wulan Agustin; Wahyu Hidayat
JEMTRAMAS: Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2026): JEMTRAMAS Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat
Publisher : PT LABIQA NASHA MULTIKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nilai-nilai persatuan dan kesatuan Indonesia merupakan fondasi utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah realitas sosial yang multikultural dan tantangan globalisasi. Perkembangan teknologi informasi dan media sosial turut memengaruhi pola interaksi generasi muda, sehingga berpotensi melemahkan sikap toleransi dan kebersamaan apabila tidak diimbangi dengan pendidikan karakter yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai persatuan dan kesatuan Indonesia melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMPN 26 Kota Tangerang serta mengkaji proses internalisasi nilai tersebut pada peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian adalah siswakelas VII SMPN 26 Kota Tangerang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, diskusi reflektif, dan dokumentasi selama pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan mengkaji pola interaksi sosial, sikap toleransi, kerja sama, serta kepatuhan siswa terhadap norma dan aturan bersama. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi metode dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai persatuan dan kesatuan melalui pendekatan partisipatif dan kontekstual mampu meningkatkan kesadaran sosial siswa, khususnya dalam aspek kerja sama, toleransi, dan penghargaan terhadap perbedaan. Nilai persatuan tidak hanya dipahami secara normatif, tetapi mulai tercermin dalam perilaku sosial siswa selama kegiatan berlangsung. Namun demikian, internalisasi nilai tersebut masih bersifat situasional dan dipengaruhi oleh konteks sosial serta paparan media digital, sehingga memerlukan penguatan dan pembiasaan secara berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa penanaman nilai persatuan dan kesatuan Indonesia lebih efektif apabila dilakukanmelalui pengalaman sosial yang reflektif dan terintegrasi dalam budaya sekolah. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan pendidikan karakter berbasis Pancasila, khususnya dalam konteks pendidikan kewarganegaraan di tingkat sekolah menengah pertama.
Peningkatan Disiplin dan Etika Siswa Melalui Pelatihan Budaya Sekolah Berbasis Delapan Dimensi Profil Lulusan di SMA Dua Mei Ciputat Pipit Fitria; Devina Ramadhani; Rita Serasi Zamasi; Bagus Dwi Arya; Hafid Al Hakim
JEMTRAMAS: Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2026): JEMTRAMAS Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat
Publisher : PT LABIQA NASHA MULTIKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan bermoral dalam kehidupan sosial. Sekolah sebagai institusi pendidikan formal memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai disiplin, etika, dan tanggung jawab sosial melalui pembiasaan serta budaya yang konsisten. Namun, realitas di lapangan menunjukkan masih ditemukannya berbagai permasalahan perilaku siswa, seperti keterlambatan hadir, rendahnya kepatuhan terhadap tata tertib, kurangnya kepedulian terhadap lingkungan sekolah, serta menurunnya sikap sopan santun dalam interaksi dengan guru dan teman sebaya. Kondisi tersebut menandakan perlunya intervensi yang terstruktur dan berkelanjutan melalui penguatan budaya sekolah yang berorientasi pada pembentukan karakter holistik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan disiplin dan etika siswa melalui pelatihan budaya sekolah berbasis Delapan Dimensi Profil Lulusan yang meliputi keimanan dan ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui ceramah interaktif, diskusi reflektif, studi kasus, simulasi perilaku, dan penugasan kelompok guna mendorong keterlibatan aktif peserta. Kegiatan dilaksanakan di SMA Dua Mei Ciputat dengan sasaran siswa kelas XI yang berada pada fase perkembangan remaja akhir sehingga membutuhkan penguatan nilai moral dan kontrol diri. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai disiplin sebagai kesadaran internal, bukan sekadar kewajiban administratif. Selain itu, terjadi perubahan sikap dalam interaksi sosial berupa meningkatnya rasa hormat kepada guru, kemampuan bekerja sama, serta kepatuhan terhadap norma sekolah. Integrasi nilai profil lulusan dalam budaya sekolah terbukti menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif, komunikatif, dan kolaboratif. Dengan demikian, pelatihan budaya sekolah berbasis Delapan Dimensi profil lulusan dapat menjadi model strategis penguatan pendidikan karakter yang aplikatif, kontekstual, dan berkelanjutan di pendidikan menengah

Page 1 of 3 | Total Record : 22