Pendahuluan: Bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan atau penumbukan gabah menjadi beras. Endosperma terdiri dari kulit ari (lapisan aleuron) dan bagian berpati. Bagian endosperma itu yang kemudian mengalami proses penyosohan menghasikan beras sosoh, dedak dan bekatul. Metode: Melakukan analisis glukosa pada bekatul beras merah dengan menggunakan beberapa metode, dipilih dari laman Google dengan menggunakan kata kunci “beras merah”, “kadar glukosa darah”, “indeks glikemik”, “antidiabetes”, “bekatul”. Basis data dikembangkan oleh ScienceDirect, Kadar gula total biskuit fungsional tertinggi sebesar 35,61% disebabkan oleh perlakuan substitusi tepung bekatul merah 20%, dan kandungan ekstrak jahe merah sebesar 6% terendah sebesar 35,61%. 32,12% adalah yang diperoleh dari perlakuan penggantian tepung bekatul merah. 40% dan 0% ekstrak jahe merah. Hasil: Dari hasil analisis LC-HRMS diketahui pinocembrin, tricin 5-O-B-D-glucoside, monoolein bagian senyawa flavonoid dan diketahui juga bahwa asam 4-kumarat, asam ferulat, dan asam 4-metoksisinamat bagian fenolik. Simpulan: Senyawa-senyawa bioaktif yang terkandung pada bekatul beras merah diantaranya flavonoid, antosianin, asam amino, saponin, alkaloid, dan lain-lain. Kandungan senyawa bioaktif tersebut mempunyai efek farmakologis yaitu dapat menurunkan kadar gula darah atau berguna sebagai antidiabetes.
Copyrights © 2024